Telkom nampaknya mulai tancap gas lagi, untuk menjawab sindiran Pak Menteri BUMN. Sesungguhnya rumor masuknya Telkom Group ke Gojek sudah beredar sejak 2018. Nilai proposal investasi waktu itu bahkan jauh lebih besar, mencapai $400 juta. Namun rencana tersebut terhalang restu Menteri BUMN saat itu. Dengan bergantinya pemimpin, Menteri BUMN Erick Thohir memberikan lampu hijau untuk aksi ini.

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) memberikan penjelasan terkait aksi korporasi yang dilakukan anak usaha, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) yang menyuntikkan dana ke decacorn Indonesia, PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB) alias Gojek sebagai langkah membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkesinambungan.


Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI), disebutkan bahwa nilai investasinya mencapai US$ 150 juta (Rp 2,17 triliun, asumsi kurs Rp 14.500/US$).

Penandatanganan perjanjian atas investasi ini telah dilakukan pada 16 November 2020, yang langsung melibatkan Telkomsel dan Gojek.

“Investasi di AKAB dilakukan sebagai bentuk komitmen Telkomsel sebagai perusahaan telekomunikasi digital untuk memberikan layanan beyond connectivity. Telkom percaya kolaborasi ini dapat memberikan layanan dan solusi yang lebih baik kepada masyarakat dalam membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkesinambungan,” tulis manajemen, Selasa (17/11/2020).

Dengan dipenuhinya syarat berdasarkan perjanjian dan ditandatanganinya maka Telkomsel resmi menjadi salah satu pemegang saham di Gojek.

Sebelumnya, kabar mengenai investasi ini telah menggaung sejak akhir tahun lalu. Disebut-sebut investasi Telkomsel senilai 150 juta dolar AS atau Rp 2,1 triliun.

Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan kolaborasi antara Telkomsel dan Gojek berawal dari visi yang sama dari kedua belah pihak yaitu untuk mempertegas posisi pemain lokal sebagai tuan rumah di negeri sendiri.
Ririek meyakini kolaborasi dengan Gojek ini akan memberikan potensi nilai tambah yang besar bagi Telkomsel dalam mengembangkan bisnis layanan digital. Terlebih, hal ini dilakukan seiring transformasi yang sedang dijalankan Telkom Group untuk menjadi perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia.

BACA:  ULTJ Himpun Dana dari MTN Sebesar Rp. 3T

“Kolaborasi ini juga sejalan dengan visi dan misi Telkom Group untuk mengorkestrasi strategi penguatan synergy value yang sudah berjalan antara kedua perusahaan,” pungkas Ririek.

Kerja sama dengan Gojek ini juga diharapkan akan melengkapi strategi transformasi Telkomsel dalam mengembangkan bisnis layanan digital, selain memperkuat kapasitas dan kualitas sumber daya manusia, khususnya para talenta digital.

Perseroan mengungkapkan ke depannya kedua perusahaan juga akan berkolaborasi di bidang gaya hidup digital serta mengembangkan solusi teknologi periklanan digital yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha di berbagai skala bisnis.

Gojek dan Telkomsel juga bekerjasama dalam bidang pemberdayaan talenta melalui pertukaran pengalaman dan program pembinaan keahlian profesional sebagai bentuk upaya meningkatkan sumber daya manusia teknologi di Indonesia.

Adapun, kolaborasi Gojek dan Telkomsel merupakan perluasan dari kerja sama sebelumnya, yakni menawarkan paket data terjangkau kepada mitra driver Gojek sejak 2018.

Setyanto menyebut kerja sama ini juga akan membuka berbagai peluang kolaborasi lainnya yang memanfaatkan skala gabungan dari kedua perusahaan sehingga dapat menjangkau jutaan masyarakat Indonesia di seluruh nusantara.

“Sinergi melalui teknologi dan ekosistem dari kedua perusahaan karya anak bangsa ini juga akan mendorong percepatan transformasi digital di Indonesia,” katanya.