Biar  saja  orang-orang  bertindak  berlebihan  dalam  merespons  pasar,  saran Buffett. Berpikirlah jernih saat orang lain tidak melakukannya, dan Anda akan mem- peroleh keuntungan.

Meskipun sederhana dan mudah dipahami, filosofi investasi Buffett tidak mudah untuk dilaksanakan.  Begitu Anda membekali diri dengan pemahaman mengenai pendekatan Buffett, hal terpenting yang harus dikembangkan selanjutnya adalah temperamen yang tepat untuk menjadi investor yang andal. Temperamen yang tepat artinya mempertahankan akal sehat Anda setiap saat.

Artinya, memiliki pola pikir yang tepat pada saat Anda harus menghadapi berita buruk atau kemunduran tak terelakkan yang mengancam saham yang Anda miliki. Tekad baja dan sikap tenang diperlukan ketika segala sesuatu terlihat memburuk. Namun temperamen yang tepat juga berarti mempertahankan  pikiran Anda tetap  jernih pada situasi-situasi ekstrem lainnya: misalnya, ketika pasar saham melonjak dan orang-orang di sekitar Anda mulai tamak dan lepas kendali.

Temperamen Anda akan terus memainkan peran ketika segala sesuatu tidak berjalan sesuai harapan. Apa yang akan Anda lakukan ketika harga saham Anda menurun tajam? Apakah Anda akan panik dan menjual saham-saham tersebut? Apa yang akan Anda lakukan apabila dihadapkan pada peristiwa politik atau ekonomi makro yang besar seperti perang, resesi, atau penurunan tajam indeks Dow Jones? Apa yang akan Anda lakukan jika perusahaan yang menerbitkan saham-saham yang Anda miliki mengalami kuartal atau tahun buruk yang tak terelakkan? Apakah Anda akan

terpaku pada harga saham harian atau sebaliknya berfokus pada hal-hal pokok dan hasil bisnis jangka panjang? Bagaimana reaksi Anda jika seorang ahli Wall Street memprediksi adanya penurunan dan pesimisme atas saham Anda atau atas pasar saham secara umum? Apa yang akan Anda lakukan jika para praktisi investasi yang tengah berada pada situasi pasar yang memburuk atau membubung terdorong oleh entah itu “antusiasme atau depresi spekulatif” dan terserap ke dalam lubang ketakutan ataupun ketamakan yang tak terkendali, seperti halnya yang terjadi pada masa meluapnya investasi di bisnis Internet? Ben Graham, dosen Buffett di Columbia pernah berkata: “Problem utama bagi investor, bahkan bisa dikatakan musuh terbesarnya, adalah dirinya sendiri.” Apakah Anda akan menjadi musuh terbesar Anda sendiri?

BACA:  BAB 19 - Pahami MR.MARKET dan Margin of Safety

Reaksi dan respons Anda terhadap perkembangan- perkembangan ini akan memainkan peran yang sangat besar dalam menentukan kesuksesan investasi Anda. Investor yang bijak akan tetap tenang menghadapi peristiwa-peristiwa negatif. Apakah Anda akan melempar saham Anda ke bursa ketika harga turun, atau justru menunggu untuk mengambil keuntungan dari peluang potensial yang ada dan membeli lebih banyak saham ketika sedang “obral”? Buffett mempunyai rambu-rambu yang jelas yang harus Anda terapkan pada diri Anda. Jika Anda adalah seseorang yang cenderung frustrasi bila salah satu investasi Anda kehilangan setengah nilainya dalam waktu semalam, Anda tidak semestinya berada di pasar saham. Anda harus mempunyai keterampilan untuk berinvestasi di perusahaan-perusahaan yang sehat—dan kemudian punya keyakinan untuk mempertahankannya ketika yang lain tidak melakukannya. Buffett mengatakan, hampir tidak pernah masuk akal untuk menjual sebuah perusahaan bagus dalam situasi yang sarat dengan ketakutan.

Jangan memiliki saham yang akan menyebabkan Anda panik dan melemparnya bila harganya jatuh hingga 50 persen. Berkshire Hathaway mengalami masa terburuknya pada tahun 1999, ketika Nasdaq mengalami puncak euforia saham Internet di akhir 1990-an. Gaya ‘kuno’ Buffett untuk tetap bersabar menginvestasikan  modalnya pada perusahaan-perusahaan  berteknologi  rendah di anggap usang. Penolakannya untuk membeli saham panas perusahaan berteknologi tinggi membuat metodenya tidak relevan—begitulah kata para pakar. Investasi nilai diibaratkan dinosaurus, dan transaksi harian adalah yang paling populer pada saat itu.

Konsekuensinya,  pada bulan Maret 2000, harga saham-saham A  yang dimiliki Berkshire Hathaway jatuh hingga 50% menjadi $40.000 per lembar dari $84.000 per lembar. Meskipun bisnis tersebut masih solid dan masa depannya aman, pemegang saham yang panik melempar saham Berkshire Hathaway mereka. Mereka bertindak berdasarkan emosi seolah- olah angin topan tengah menghantam Berkshire Hathaway dan mereka terjun keluar kapal, bukannya memperketat pegangan mereka.

BACA:  BAB 7 - Belilah Perusahaan Berteknologi Rendah, Bukan Berteknologi Tinggi

Apa maksud dari pendekatan Buffett? Maksudnya adalah melihat penurunan harga saham sebesar 50 persen sebagai peluang untuk membeli. Ini berarti tetap memperhatikan fundamental dari perusahaan di mana Anda menginvestasikan uang dan bukan terpaku pada fluktuasi pasar yang terus berubah. Jika para investor mengindahkan nasihat ini dan membeli Berskhire pada saat sahamnya turun sampai 50 persen, mereka akan mendapat banyak keuntungan ketika harga saham melonjak tinggi pada tahun 2004, hingga $97.000 per lembar.

Yah, memang akan sangat mudah bagi Anda untuk kehilangan kesabaran pada situasi pasar saham yang memanas. Bahkan lebih sulit lagi untuk tetap bersikap tenang ketika harga jatuh, dan para ahli serta sampul majalah memprediksi kelesuan dan pesimisme. Bahkan, hal termudah untuk dilakukan dalam situasi seperti itu adalah bersikap panik. Jangan. Ketika Anda memiliki saham dari perusahaan yang bagus, pertahankanlah. Jika seseorang ingin menjual saham tersebut kepada Anda dengan harga yang sangat murah, belilah.

Ketika Buffett berusia 22 tahun, dia telah memiliki sekitar 350 saham GEICO Insurance yang bernilai sekitar $15.000; kemudian dia memutuskan  untuk menjual seluruh saham itu. Belakangan dia mengetahui bahwa jika dia mempertahankan saham-saham tersebut, 20 tahun kemudian semua saham itu akan bernilai kira-kira 1,3 juta dolar. Melalui pengalaman ini dan pengalaman  lainnya, Buffett merasakan pil  pahit dari menjual bagian sahamnya atas perusahaan yang menurutnya hebat. Kemudian dia memperbaiki  kesalahannya  dengan membeli kepemilikan utama di GEICO pada tahun 1976 — dan dengan membeli keseluruhan perusahaan pada tahun 1996.

Berikut ini tiga saran yang akan membantu Anda melalui masa-masa yang cerah dan suram:

Pertahankan  saham  di  bisnis-bisnis  yang  hebat.   Jangan terbawa arus dengan mentalitas ‘penyerbuan’ (entah untuk masuk atau  keluar dari  pasar). Belilah saham perusahaan-perusahaan yang hebat dan pertahankan selama bertahun-tahun. Jangan beli dan jual saham dengan terburu-buru. Penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak investasi yang dilakukan seseorang, kecenderungannya untuk merugi lebih besar —dan, tentu akan lebih banyak komisi ekstra yang harus dibayarkan.

Kenali diri Anda. Jangan beli saham jika Anda tidak kuat menghadapi kenyataan bila nilainya turun setengah.

Artinya, Anda harus memiliki kesabaran dan disiplin untuk mempertahankan saham perusahaan yang mempunyai manajemen dan fundamental yang kuat.

BACA:  BAB 21 - Baca, Baca Lagi, dan Berpikirlah

Jangan pernah membuat keputusan investasi karena saran orang lain.  Tutup telinga Anda ketika mendengar tips-tips panas tentang saham, dari orang-orang yang ‘pinter ngomong doang’, dan pihak lain yang mungkin punya kepentingan terhadap posisi saham tertentu. Kerjakan PR Anda dan berpikirlah untuk kepentingan Anda sendiri.

Untuk dapat sukses di  pasar, ujar Buffett, Anda hanya memerlukan kecerdasan rata-rata.  Namun di   samping  itu,  Anda  harus  memiliki temperamen  yang  dapat membantu Anda mengatasi badai dan bertahan pada rencana jangka panjang Anda. Jika bisa tetap tenang saat orang-orang di sekitar Anda panik, Anda akan berhasil.