Pada saat berinvestasi, buat hal tersebut sesederhana mungkin. Lakukan hal-hal yang mudah dan jelas, saran Buffett; tidak perlu mengembangkan jawaban yang rumit untuk masalah yang sudah rumit.

Banyak orang percaya bahwa berinvestasi di pasar saham itu rumit, misterius, penuh risiko, dan oleh karena itu lebih baik diserahkan saja pada para profesional. Cara pandang umum ini berpendapat bahwa orang biasa tidak mungkin menjadi investor yang sukses karena kesuksesan di pasar saham membutuhkan latar belakang pendidikan bisnis yang tinggi, penguasaan rumus-rumus matematika yang rumit, akses pada program komputer market-timing yang canggih, serta banyak waktu untuk terus memonitor pasar, grafik, volume, tren ekonomi, dan lain-lain.
Warren Buffett telah menunjukkan bahwa itu semua adalah mitos. Buffett telah menemukan cara sukses untuk berinvestasi dalam pasar saham yang tidak rumit. Semua orang dengan kecerdasan rata-rata, lebih dari mampu untuk menjadi investor yang sukses, tanpa bantuan profesional, karena dasar investasi yang andal mudah untuk dimengerti.

Buffett hanya akan berinvestasi pada bisnis-bisnis yang mudah dipahami, solid, dan bertahan lama yang penyebab kesuksesannya dapat dijelaskan dengan sederhana, dan dia tidak pernah
berinvestasi pada bisnis- bisnis rumit yang tidak dia pahami.

Ingat bahwa tingkat kesulitan tidak diperhitungkan dalam berinvestasi. Carilah per- usahaan yang bertahan lama dengan model bisnis yang mudah diprediksi. Esensi dan keindahan filosofi investasi Buffett adalah kesederhanaannya. Filosofi tersebut tidak memerlukan kemampuan matematis yang rumit, latar belakang pendidikan finansial, atau pengetahuan mengenai bagaimana perekonomian atau pasar saham akan berlangsung di masa yang akan datang. Filosofi ini didasarkan pada prinsip akal sehat dan kesabaran-nilai-nilai midwestern yang mudah dipahami dan diterapkan oleh setiap investor. Pada dasarnya, Buffett yakin bahwa investor tidak melakukan usaha yang cukup berarti saat mereka mengandalkan hal-hal seperti rumus matematika, prediksi pasar jangka pendek atau pergerakan pasar, atau grafik-grafik yang didasarkan pada harga dan volume.

BACA:  BAB 15 - Ingat, Sang Kaisar Tidak Pakai Baju di Wall Street

Bahkan, ujar Buffett, kompleksitas acap kali merugikan Anda. Jangan mati-matian berusaha memecahkan teori-teori terbaru mengenai investasi, seperti option pric- ing atau beta. Dalam banyak hal, lebih baik Anda tidak pernah mengetahui sistem mutakhir tersebut. Sebuah pelajaran penting yang dipetik Buffett dari gurunya, Ben Graham, adalah Anda tidak harus “melakukan hal yang luar biasa untuk mendapatkan hasil yang luar biasa”.

Pertahankan kesederhanaan. Ini sasaran Anda: Belilah saham dari perusahaan hebat yang dikelola oleh orang- orang yang jujur dan kompeten. Beli bila harga saham tersebut berada di bawah nilai aktualnya sebagaimana tercermin dalam potensi perolehan laba perusahaan di masa yang akan datang. Kemudian pertahankan saham itu dan tunggu situasi pasar untuk menegaskan penilaian Anda.

Ini adalah prinsip utama dari filosofi investasi Buffett. Prinsip ini menjelaskan seluruh kesuksesannya yang luar biasa. Prinsip ini juga menjelaskan bagaimana dia mengubah investasi saham Washington Post senilai 10,6 juta dolar menjadi sebuah investasi yang saat ini bernilai lebih dari 1 miliar dolar, bagaimana dia mengubah investasi saham Coca-Cola senilai 1 miliar dolar menjadi senilai lebih dari 8 miliar dolar saat ini, dan bagaimana dia membeli saham GEICO Insurance senilai 45 juta dolar yang kemudian berkembang menjadi lebih dari 1 miliar dolar.
Jika Anda tidak memahami sebuah bisnis, jangan beli.

Buffett telah mengubah Berkshire Hathaway menjadi perusahaan senilai 100 miliar dolar lebih dengan menggunakan prinsip sederhana ini. Pada saat berinvestasi di pasar saham, dia menginvestasikan uangnya pada bisnis solid yang mudah dipahami dengan prospek jangka panjang yang kuat, serta jajaran manajemen yang kompeten dan mempunyai integritas. Dia membeli berlot-lot saham ketika pasar saham menjualnya dengan harga rendah. Singkatnya, hal tersebut menjelaskan kesuksesannya.

BACA:  BAB 20 - Takutlah Saat Orang Lain Tamak, dan Tamaklah Saat Orang Lain Takut

Lupakan program komputer canggih untuk memilih saham yang mengandalkan riwayat harga, gejolak, atau arah pasar. Selanjutnya, buang persamaan logaritma dan rumus-rumus rumit. Buffett memang menggunakan komputer—tetapi terutama untuk bermain bridge dan bukan untuk menelusuri pergerakan harga saham. Sasaran investasi Anda harus sama dengan Buffett: dalam hal mencari saham dengan harga yang wajar untuk bisnis yang mudah dipahami dan punya prospek yang kuat untuk mengalami peningkatan laba di tahun- tahun mendatang. Itu saja!

Berikut tiga prinsip yang harus mendasari setiap ke- putusan investasi Anda:

Selalu pertahankan kesederhanaan. Jangan membuat investasi menjadi sesuatu yang sulit. Tetaplah berpedoman pada apa yang Anda ketahui dan belilah saham bisnis- bisnis yang mempunyai manajemen yang kuat dan etis. Keputusan investasi yang melibatkan kompleksitas harus dihindari.

Tentukan sendiri keputusan investasi Anda. Jadilah penasihat investasi bagi diri Anda sendiri. Berhati-hatilah terhadap pialang atau wiraniaga lainnya yang secara agresif mengajukan saham atau reksadana demi mempertebal komisi yang akan mereka dapat. J elas, mereka bukan pihak yang mengutamakan kepentingan Anda.

Belajarlah dari orang-orang yang menjadi panutan B uffett. Orang paling berpengaruh bagi Buffett selain ayahnya, Howard, adalah Benjamin Graham, “Bapak Investasi Nilai”, yang mengajarkan pada Buffett puluhan tahun lalu bahwa kesuksesan investasi tidak selalu berasal dari kompleksitas. Perlu kita simak apa yang dia sampaikan.

Jangan lupa bahwa strategi sederhana Buffett telah memberinya hasil yang luar biasa!