Ada saatnya  ketika  tidak  mengerjakan  apa  pun  merupakan  suatu  bentuk kecerdasan investasi.

Energi yang dikeluarkan setiap hari di lantai bursa New York Stock Exchange benar- benar mencengangkan. Lebih dari satu miliar saham  berpindah tangan—dan itu terjadi pada hari-hari biasa.

Suasana hingar-bingar ini  sering kali menulari pemain lain dalam permainan investasi. Terdapat para pelaku transaksi harian dan swing traders yang membeli saham hari ini dengan niat menjualnya beberapa hari kemudian; ada banyak reksadana dan lembaga keuangan lain yang bertindak tanpa terkontrol, secara membabi- buta mengubah-ubah portofolio mereka setiap hari, setiap minggu, dan setiap bulan.

Bahkan investor individual juga terpengaruh. Sebuah mitos umum mengenai investasi yang ada selama ini adalah bahwa Anda harus sering bertransaksi agar berhasil. Namun setidaknya ada satu investor legendaris yang terkemuka yang merupakan pengecualian dari hiperaktivitas ini.

Warren Buffett, tidak terbantahkan, merupakan investor terbesar sepanjang masa, lebih mirip tipe Rip Van Winkle (karakter dalam kisah Washington Irving yang tidur selama 20 tahun) dari pada tipe yang tidak terkendali. Dia menyatakan bahwa ketidakaktifan adalah “perilaku yang cerdas”. Dia berkata, pada dasarnya, investor yang bijak dapat menghasilkan uang ketika dia tidur. Dia mendukung kelesuan dan melihatnya sebagai fondasi filosofi investasinya.

Kelesuan? Ketidakaktifan? Tidur sebagai jalan meraih kekayaan? Apa-apaan ini? Bukankah investasi adalah suatu bentuk kehidupan di jalur cepat? Singkatnya, “Bukan”. Buffett menghindari hal yang dia sebut “hiperaktivitas”. Tidak bertindak adalah suatu tindakan yang bagus jika Anda sudah memiliki saham yang tepat.

Sebuah telaah pada tahun 2004 mengenai enam saham terbesar Buffett menunjukkan bahwa dia mengubah posisi terakhirnya di Moody pada tahun 2000, di American Express pada tahun 1998, di Coca-Cola pada tahun 1994, di Gillette pada tahun 1989, dan di Washington Post Company lebih lama lagi, yaitu, pada tahun 1973. Benar- benar merupakan pola yang tidak disukai para pialang!

BACA:  BAB 14 - Perhatikan Baik-Baik Manajemennya

Buffett senang membeli saham, tetapi menjual adalah hal lain. Dia membandingkan investor yang suka menjual dengan lebah yang hinggap dari satu bunga ke bunga lainnya. Jika Anda sudah hinggap di atas bunga yang tepat, sarannya, tetaplah di situ.  Bertahanlah, jangan tergoda dengan rayuan hiperaktivitas.

Buffett meraih suksesnya dengan kesabaran dan ketidakaktifan. Sedangkan, sebagian besar investor sangat tidak sabaran dan hiperaktif. Buffett yakin, transaksi yang terlalu sering sangat membahayakan kekayaan Anda. Transaksi yang terlalu sering menimbulkan biaya- biaya  tambahan (frictional  cost),  seperti komisi dan pajak terhadap keuntungan menjual saham, sementara kepemilikan saham jangka panjang dapat menghindari biaya-biaya ini.

Jangan  bertransaksi  hanya  untuk  tujuan  transaksi.  Transaksi  yang  sering adalah karakteristik  investor yang hiperaktif, yang cenderung akan mengalami lebih banyak kerugian daripada mendapat keuntungan.

Implikasi pajak dari tingginya tingkat transaksi tidak disadari oleh banyak investor. Buffett berulang kali menekankan hal ini, menunjukkan bahwa dengan tingkat pengembalian majemuk yang sama, individu pembayar pajak (sebagaimana umumnya kita!) masih jauh lebih diuntungkan dengan mempertahankan satu macam saham daripada mempunyai banyak

saham yang hanya untuk diperjualbelikan. Kejadian-kejadian yang dapat dikenai pajak sering kali mengurangi pengembalian neto investor.

John C. Bogle—pendiri  kelompok reksadana Van- guard yang legendaris dan juga pengagum berat Buffett— ada di pihak yang sama. Dia menghabiskan lebih dari setengah abad untuk memperingatkan semua orang yang peduli akan adanya biaya-biaya investasi yang tersembunyi. Sebagai tambahan dari komisi dan pajak, kata Bogle, ada biaya-biaya lain yang terkait dengan investasi, yang tidak disadari oleh kebanyakan investor individual.

Sebagai contoh, biaya transaksi, biaya aktivitas, dan sebagainya, tidak hanya diperhitungkan sebagai biaya komisi, tetapi juga telah diperhitungkan dalam penentuan harga saham. Seperti halnya pajak, biaya-biaya ter- selubung ini memangkas pengembalian neto investor dalam jangka panjang—tapi kebanyakan investor tidak mengetahui bahwa mereka dibebani dengan biaya-biaya ini. Semakin sering melakukan transaksi, kata Bogle, semakin besar kerugiannya.

BACA:  BAB I - Pilihlah Kesederhanaan, Bukan Kompleksitas

Dia menyamakan transaksi yang terlalu sering dengan perjudian di Las Vegas: Si bandar pada akhirnya selalu menang. Bagi investor-investor besar seperti Bogle dan Buffett, ketidakaktifan bisa berarti jarang membeli dan menjual, tapi juga bisa berarti lain, yaitu: menunggu selama mungkin yang diperlukan sampai muncul peluang untuk membeli. Jika dalam satu tahun tidak terd apat

peluang untuk membeli, Buffett akan berjongkok  dan menunggu  dengan sabar sampai peluang berikutnya muncul, selama apa pun itu. Pada tahun 2004, Buffett sama sekali tidak

melakukan investasi-investasi besar. Beberapa tahun lalu, Buffett memperkirakan bahwa sekitar 50 dari 61 tahun sejak dia mulai berinvestasi, ada beberapa peluang bagus yang muncul. Kalau kita lihat dari sudut pandang yang lain, ini berarti bahwa hampir dalam waktu satu dari lima tahun—20 persennya—tidak ada  saham  yang  cukup  layak  untuk  dibeli.  Jika Anda tidak dapat mengingat kapan terakhir kali Anda melewati satu tahun tanpa bertransaksi, Anda mungkin sedang melakukan hal yang salah.

Bagaimana Anda meyakinkan diri Anda untuk tidak terlarut dalam kehebohan pasar dan bertransaksi terlalu sering? Cobalah beberapa prinsip Buffett berikut:

J adilah  pelaku  transaksi  perdekade,  bukan  pelaku  transaksi  hari an atau swing trader.  Ingatlah gaya Buffett Van Winkle! Kunci dalam berinvestasi adalah menjadi pemenang dalam jangka panjang. Miliki perusahaan- perusahaan yang hebat dalam waktu yang lama dan Anda akan mengungguli mayoritas investor yang lebih aktif.

J angan menyalahartikan aktivitas dengan kesuksesan. Buffett berkomitmen untuk menjalankan prinsip ini, yang dipopulerkan oleh pelatih UCLA, John Wooden. Jangan menjadi penyerbu. Jangan ikut-ikutan dengan kerumunan yang gelisah, yang bertransaksi hanya untuk tujuan transaksi. Jika Anda memang senang berperilaku demikian, cari hobi lain!

Waspadalah    dengan    biava-biava    terselubung.    Ketika  berbicara  mengenai berinvestasi, hanya sedikit yang bebas biaya. Meski begitu, Anda dapat melindungi diri Anda dalam jangka panjang, dengan menghindari biaya-biaya tersebut dan meminimalkan pajak.

BACA:  BAB 22 - Gunakan Segenap Tenaga Kuda Yang Anda Miliki

Hal ini berarti tidak membayar komisi yang besar pada transaksi saham atau reksadana. Ini juga berarti menghindari transaksi yang terlalu sering. Ini juga berarti bersabar dan membiarkan uang berlipat ganda. Ini juga berarti banyak bertanya, membaca prospektus saham dan reksadana, dan tidak bertindak berdasarkan tips-tips panas yang Anda dengar dalam acara talk  show  di radio atau dari balik pagar halaman belakang. Tetaplah pada rencana Anda.

Ketika  Anda  diliputi  keraguan,  bersantailah.  Lebih  baik  ngorok  daripada memutar roda Anda dan memunculkan biaya.