Hindari  apa yang disebut Buffett sebagai investasi gaya ’’Kapal Nabi Nuh”— yaitu, mencomot sedikit ini  dan sedikit itu. Lebih baik mempunyai sedikit investasi yang masing-masing memiliki nilai uang yang lebih besar.

Hampir semua “ahli” menyuruh investor untuk melakukan diversifikasi—yaitu, memiliki saham dari banyak perusahaan yang berbeda secara sekaligus —sehingga jika saham tertentu jatuh, tidak akan menghancurkan  seluruh portofolio  yang Anda miliki. Warren Buffett berpendapat lain.

Diversifikasi,  praktik pemilikan saham pada banyak perusahaan yang berbeda, menurut Buffett, sesungguhnya bukan cara yang tepat untuk berinvestasi. Kebijakan Buffett adalah mengonsentrasikan sahamnya. Sering kali dia hanya memiliki beberapa saham dan menginvestasi- kan banyak uang dalam saham-saham itu. Jika Anda telah menemukan saham yang tepat, mengapa harus membeli sedikit? Dia menganut filosofi Mae West bahwa “too much of a good thing is wonderful”.

Dukungan Buffett  terhadap  konsentrasi—dan sebaliknya, penolakannya atas diversifikasi—adalah  petunjuk kunci lain mengenai filosofi investasinya. Hal ini tentu saja bertentangan dengan prinsip umum yang berlaku di Wall Street.

Sebagian besar  pialang  merekomendasikan   untuk  mendiversifikasi portofolio investasi Anda. “Jangan menaruh semua telur Anda dalam satu keranjang,” saran mereka.

“Lindungi taruhan Anda.” Mereka lebih senang jika Anda seperti Nabi Nuh dengan mengambil dua lembar saham dari setiap perusahaan yang kebetulan terlintas dalam benak Anda. Buffett tidak sependapat. Beli 5 sampai 10 perusahaan yang bagus dengan harga yang cocok  dan  beli  sebanyak yang  Anda  mampu di  setiap  perusahaan itu.  Mengapa mempertaruhkan uang Anda pada 20 perusahaan terbaik, tanya Buffett, dan tidak pada lima atau sepuluh terbaik saja? Ketika Buffett benar-benar yakin dengan sebuah investasi, dia tidak akan ragu-ragu. Bahkan,  dia   akan  menginvestasikan banyak  uang  di   dalamnya.  Misalnya,  dia menginvestasikan 1 miliar dolar pada Coca-Cola, jumlah total pembelian 200 juta saham. Dia membeli 151 juta saham American Express. Dia membeli lebih dari 2 miliar saham PetroChina—perusahaan  minyak Cina— senilai 488 juta dolar. Investasi tersebut, tanpa diduga, sekarang bernilai lebih dari 1,2 miliar dolar.

BACA:  Dari Dulu Mau Masuk Saham, Tapi..

Pada tahun 2004, Investasi utama Berkshire Hathaway hanya pada 10 perusahaan terbuka. Lain waktu, saham utamanya hanya terdapat pada 5 perusahaan.  Buffett telah menunjukkan secara berulang bahwa pada saat Anda membeli banyak saham di bisnis yang tepat dengan harga yang tepat, strategi ini —strategi konsentrasi—akan  berhasil secara luar biasa.

Ketika Anda yakin mengenai prospek dari suatu bisnis yang kuat, bertindaklah agresif  dan tingkatkan investasi Anda untuk memperkuat posisi, bukannya membeli saham di urutan ke- 15 atau ke-20 dalam daftar investasi yang dapat Anda dilakukan.

Charlie Munger, wakil pimpinan Berskhire Hathaway, juga sangat yakin terhadap nondiversifikasi. Bahkan, lebih lanjut, dia berpendapat bahwa “di AS, seseorang atau sebuah institusi yang hampir seluruh hartanya diinves- tasikan dalam jangka panjang, pada hanya tiga  perusahaan lokal  yang  baik,  bisa  dipastikan kaya.”  Kesabaran dan  strategi nondiversifikasi,  menurut Munger, yang menyebabkan sukses luar biasa Buffett dan Berkshire Hathaway.

Jadi pada saat para pialang memaksa Anda untuk mendiversifikasi investasi Anda dan memperingatkan Anda bahwa terlalu banyak harta yang dipertaruhkan dalam sedikit saham akan menempatkan Anda pada risiko besar dengan portofolio yang sangat tidak seimbang, ingatlah bahwa Warren Buffett saat ini memiliki kekayaan senilai 44 miliar dolar karena dia memiliki 474.998 saham pada satu perusahaan, Berkshire Hathaway. Saham GEICO Insurance yang dimiliki Benjamin Graham memiliki efek yang serupa terhadap sebagian besar kekayaannya.

Munger yakin bahwa ketika kesempatan untuk masuk ke dalam “bisnis luar biasa yang dikelola oleh manajer yang luar biasa” muncul, salah besar bila tidak dimanfaatkan.

Mengapa tidak menunggu sampai Anda mendapatkan perusahaan yang hebat dengan harga yang pas baru melakukan investasi besar di dalamnya, daripada berinvestasi sedikit pada 27 reksadana atau 27 saham yang berbeda? Bagaimana Anda dapat memanfaatkan strategi Buffett ini? Cobalah tiga kiat berikut:

BACA:  BAB 11 - Lihatlah Penurunan Pasar Sebagai Peluang Membeli

Pada saat menyusun portofolio saham Anda, tetapkan  untuk memili ki tidak lebih dari  10 saham.  Buffett yakin bahwa meskipun berbeda pendapat dengan para ahli, di- versifikasi dapat meningkatkan kemungkinan Anda untuk mendapatkan pengembalian di bawah nilai saham yang sesungguhnya ( subpar). Kerjakan PR Anda dan temukan 5 sampai 10 saham yang ingin Anda miliki untuk 5 sampai 10 tahun mendatang. Kemudian tunggu sampai saham- saham tersebut menembus poin harga yang Anda inginkan. Ketika hal itu terjadi, belilah dengan penuh keyakinan dan—mungkin yang paling penting—bersabarlah.

Pastikan bahwa saham yang Anda beli  sesuai dengan kriteria Buffett.  Perusahaan yang Anda beli haruslah bagus dan solid (bahkan “membosankan”)  serta memiliki tim manajemen yang kuat. Pelajari kinerja perusahaan di bawah manajemen yang ada sekarang.

Dan jangan gatal untuk segera bertindak. Tunggulah hingga saham perusahaan-perusahaan ini dihargai dengan cukup menarik.

Beranilah.  Banyak investasi terbesar Buffett dilakukan dengan penuh keberanian dalam situasi ekonomi dan bisnis yang sedang menurun ketika hampir semua orang terlalu takut untuk bertindak.

Konsentrasi portofolio—kebalikan dari strategi diversifikasi—juga mempunyai daya  yang luar  biasa  untuk  membantu  Anda  memfokuskan pikiran.  Bagaimana mungkin? Jika Anda meletakkan semua telur Anda hanya pada beberapa keranjang, Anda  tidak  akan  punya  kecenderungan  untuk  melakukan  investasi berdasarkan suasana hati atau emosi.