Dalam dunia Buffett, investasi yang sukses jarang  merupakan  suatu aktivitas yang heboh. Investasi yang sukses jarang dihasilkan dari hal secanggih roket dan laser, dan lebih banyak dihasilkan dari batu bata, karpet, cat, dan penyekat.

Warren Buffett membeli perusahaan bata, perusahaan cat, perusahaan karpet, beberapa perusahaan mebel, dan perusahaan pakaian dalam. Buffett senang memiliki bisnis semacam itu karena mudah dimengerti, stabil, dan mempunyai  arus kas yang mudah diprediksi. Bukan perusahaan yang menarik dan mengesankan—hanya perusahaan yang solid dan bagus yang tidak berubah banyak dari tahun ke tahun. Labanya konsisten dan pendapatannya meningkat dari tahun ke tahun.

Buffett tidak memiliki satu pun perusahaan yang eksotik atau perusahaan generasi perekonomian baru yang berteknologi canggih, seperti fiberoptics, Software komputer, atau bioteknologi. Pada umumnya, katanya, return perusahaan berteknologi canggih ini tidak masuk ke kantong investor-pihak pertamayang memungkinkan adanya perusahaan ini/Dia mencontohkan industri seperti radio dan televisi, yang benar-benar mengubah hidup kita — tapi tidak memberi keuntungan bagi para investornya.

Gadis seperti apakah yang akan Anda ajak ke pesta dansa? Apakah Anda akan mengajak gadis asing yang baru datang ke kota Anda, yang menurut semua orang sangat menarik, tapi tak seorang pun benar-benar mengenalnya? Atau Anda akan mengajak gadis tetangga? Ajaklah  gadis  tetangga, kata Buffett. Jangan tergoda dengan rayuan bisnis baru vang ‘seksi’ dengan prospek per- tumbuhan yang menggoda. Faktor yang membuatnya seksi juga merupakan faktor yang menyulitkan Anda dalam membuat evaluasi ekonomi jangka panjang yang dapat diandalkan. Ya, bisnis yang glamor mungkin bisa meraih kesuksesan spektakuler dalam jangka pendek, tapi risikonya untuk jatuh iuga lebihbanyak.

Bagaimana dengan perusahaan batu bata, cat, karpet, dan mebel —perusahaan- perusahaan ‘tetangga’ itu? Mereka akan tetap ada sampai 100 tahun lagi karena bisnis mereka menghasilkan produk yang bisa dikatakan tidak mungkin ketinggalan jaman. Perusahaan- perusahaan itu mempunyai keunggulan kompetitif yang berjangka panjang dan kemampuan menghasilkan laba yang konsisten. Berpikirlah untuk 30 tahun, saran Buffett. Kinerja tiga puluh tahun merupakan indikator perusahaan yang kuat. Tiga tahun tidak berarti apa-apa. ^

BACA:  BAB 18 - Abaikan Ramalan Pasar Saham

Etoys.com, Cyberrebate.com, Webvan.com, Kozmo. com, Pets.com, Planetrx.com, Rx.com, dan Pandesic.com  —apa persamaan dari perusahaan-perusahaan itu? Semuanya adalah perusahaan berteknologi tinggi yang sukses luar biasa dalam waktu satu atau dua tahun. Semuanya menikmati kesuksesan singkat dan  kemudian gagal. Webvan.com, perusahaan jasa kurir bahan-bahan pangan online, memiliki kapitalisasi pasar sampai 7,5 miliar dolar sebelum bangkrut. Mencengangkan? Pasti. Investasi hebat? Tidak, kecuali Anda segera melepaskannya. Ratusan miliar dolar kekayaan pemegang saham menguap hampir dalam semalam.

Perusahaan  berteknologi  tinggi mungkin bagus, kata Buffett —untuk orang lain. Namun ketika Buffett tidak dapat mengetahui siapakah yang akan menghasilkan uang dalam suatu industri, dia akan menjauh. Sebaliknya, ketika dia memahami aliran pendapatannya, dia cenderung akan membelinya. Dia adalah orang yang disiplin. Jika dia tidak memahami suatu bisnis, atau jika bisnis itu terlalu rumit atau sulit diprediksi, dia akan menyimpan uangnya dalam kantong.

Kedisiplinan ini sangat penting dalam menerapkan filosofi investasi nilai Buffett. Berhati-hatilah  pada bisnis eksotik yang terkesan ingin mendapatkan  kekayaan secara cepat dan mudah. Dan jika perubahan  besar membayangi  masa depan perusahaan tersebut, menjauhlah. Jika  Anda tidak dapat   penjelaskan bagaimana      mempunyai keunggulan kompetitif yang berjangka panjang dan kemampuan menghasilkan laba yang konsisten. Berpikirlah untuk  30 tahun,  saran Buffett. Kinerja tiga  puluh  tahun  merupakan indikator perusahaan yang kuat. Tiga tahun  tidak berarti apa-apa.

Etoys.com, Cyberrebate.com, Webvan.com, Kozmo. com, Pets.com, Planetrx.com, Rx.com, dan Pandesic.com  —apa persamaan dari perusahaan-perusahaan itu? Semuanya adalah perusahaan berteknologi tinggi yang sukses luar biasa dalam waktu satu atau dua tahun. Semuanya menikmati kesuksesan singkat dan  kemudian gagal. Webvan.com, perusahaan jasa kurir bahan-bahan pangan online,  memiliki kapitalisasi pasar sampai 7,5 miliar dolar sebelum bangkrut. Mencengangkan? Pasti. Investasi hebat? Tidak, kecuali Anda segera melepaskannya. Ratusan miliar dolar kekayaan pemegang saham menguap hampir dalam semalam.

BACA:  BAB 11 - Lihatlah Penurunan Pasar Sebagai Peluang Membeli

Perusahaan berteknologi  tinggi   mungkin bagus, kata Buffett—untuk orang lain. Namun ketika Buffett tidak dapat mengetahui siapakah yang akan menghasilkan uang dalam suatu industri, dia akan menjauh. Sebaliknya, ketika dia memahami aliran pendapatannya, dia cenderung akan membelinya. Dia adalah orang yang disiplin.  Jika dia tidak memahami suatu bisnis, atau jika bisnis itu terlalu rumit atau sulit diprediksi, dia akan menyimpan uangnya dalam kantong.

Kedisiplinan ini sangat penting dalam menerapkan filosofi investasi nilai Buffett. Berhati-hatilah  pada bisnis eksotik yang terkesan ingin mendapatkan  kekayaan secara cepat dan mudah. Dan jika perubahan besar membayangi masa depan perusahaan tersebut, menjauhlah. Jika Anda tidak dapat menjelaskan bagaimana  dan  kapan  persisnya perusahaan ini akan menghasilkan uang—setidaknya untuk kepuasan Anda—menjauhlah.

Buffett pernah menganalisis  panduan investor yang  dikeluarkan rrmjalah Fnrhim? pada tahun 1988, yang menilai kinerja 1.000 perusahaan besar. Dia mencatat bahwa kinerja terbaik paling banyak diraih oleh perusaha- an yang tidak menarik. Ini seperti kisah lomba lari antara kura-kura dan kelinci. Dan seperti dalam kisahnya, kura-  kuralahyang  menang.

Perusahaan yang membosankan mengalahkan perusahaan yang seksi dan glamor.

Jangan  tergoda dengan transaksi  yang menawarkan  kekayaan secara cepat, yang melibatkan perusahaan yang relatif rumit (misalnya, perusahaan berteknologi tinggi). Perusahaan semacam ini paling sulit diprediksi dalam jangka panjang.

Investasi di perusahaan berteknologi tinggi ibaratnya Quaterback yang melempar bola sejauh 60 yard di lapangan. Kadang-kadang berhasil secara spektakuler, tapi lebih sering lemparan tersebut tidak berhasil. Buffett lebih suka membawa bola ke tengah lapangan demi tiga yard yang menjamin dan kepastian skor. Ini persis seperti pendekatan Vince Lombardi pada saat melatih Green Bay Packer: Lebih baik mendapatkan kepastian akan hasil yang baik daripada berharap mendapatkan hasil yang besar (tapi belum pasti).

BACA:  BAB 23 - Hindari Kesalahan Mahal Yang Diperbuat Orang Lain

Berikut tiga cara untuk memperbaiki strategi investasi Anda:

Hindari  bisnis dalam industri  yang terus berubah.  Salah satu kunci Buffett adalah membeli perusahaan yang dia pahami dan yang mempunyai model bisnis dan pertumbuhan laba yang mudah diprediksi. Jangan tergoda dengan kegenitan perusahaan-perusahaan Silicon Valley yang trendi. Perusahaan-perusahaan itu terlalu sulit diprediksi dalam jangka panjang.

Jika Anda ragu, kunjungi- lah kuburan bisnis dot-com; ini akan menegaskan  bahaya berinvestasi  di perusahaan  menarik yang menjanjikan  pertumbuhan  yang sulit direkam menggunakan grafik.  Berinvestasilah   pada  bisnis-bisnis    generasi  “perekonomian  lama”.   Buffett menyukai bisnis yang membosankan dan sama sekali tidak menarik. Dia bersikap begitu karena bisnis jenis ini kemungkinan besar akan tetap sama hingga beberapa dekade lagi.

Lihatlah bisnis yang sudah ada selama 50 tahun terakhir untuk membantu Anda mengetahui perusahaan mana yang sekiranya akan bertahan hingga 50 tahun mendatang. Ingatlah bahwa perlu  puluhan tahun bagi  perusahaan   untuk  menjadi  besar. Pelajaran terakhir dari strategi Buffett yang satu ini adalah untuk berpikir jangka panjang. Ada begitu banyak perusahaan  yang melesat seperti roket pada tahun-tahun  awal dan berjatuhan seperti batu beberapa tahun kemudian. Cobalah untuk menyaring keluar bisnis yang mungkin “terganggu” dengan munculnya teknologi atau pesaing baru.

Carilah ketiadaan perubahan. Carilah perusahaan yang perubahannya di masa depan hanyalah berupapenambahan bisnis.