Menurut   Buffett,  ada  sejumlah  bisnis yang  dapat  disebut  ”franchiseBisnis franchise itu seperti bangunan  yang dikelilingi benteng yang tinggi dan parit  yang dalam. Bisnis semacam ini  tidak terkalahkan. Bisnis semacam inilah yang ingin Anda temukan.

Warren Buffett ingin membeli bisnis dengan produk dan keunggulan kompetitif yang langgeng. Ia mencari perusahaan  yang mendominasi  pasarnya. Untuk menjelaskan  visi bisnisnya, dia menggunakan metafora kastil yang besar dan kuat yang dikelilingi parit yang dalam.

Perusahaan yang dibangun seperti kastil yang kuat itulah yang disebut Buffett sebagai  “franchise” (perusahaan yang punya privilese —penerjemah). Dalam hal ini, Buffett tidak mengacu pada franchise seperti Dunkin Donuts atau Burger King, tapi sebuah entitas yang mempunyai  posisi istimewa yang hampir menjamin kesuksesannya.  Sebuah  “franchise ekonomi” menyediakan produk atau jasa yang :

  1. Diperlukan atau diinginkan
  2. Tidak membutuhkan modal yang berlebihan C overly capital-intensive)
  3. Dipandang tidak memiliki substitusi yang dekatoleh pelanggannya
  4. Tidak terpengaruh oleh regulasi harga

See’s Candies, yang kita bahas sebelumnya, adalah salah satu contoh franchise dengan keunggulan kompetitif yang langgeng- Perusahaan ini sukses menjual permen selama lebih dari 70 tahun, dan kemungkinan besar tetap akan menjual permen untuk 70 tahun ke depan. Produk See’s menonjol di antara para pesaingnya (bisakah Anda menyebutkan salah satu pesaing?), dan orang membeli permen See’s karena reputasi serta kualitasnya. Pelanggan mau membayar lebih untuk produknya, menolak alternatif yang lebih murah dan memilih produk yang berkualitas.  Jadi sasaran Anda, sebagai investor, adalah mencoba membeli bisnis franchise.

Banyak calon investor yang memulai pencarian dengan mengajukan pertanyaan seperti:

”Dalam industri terkait, seberapa besar perusahaan ini  dapat  mengubah dunia1″  Buffett merasa bahwa pertanyaan semacam itu kehilangan inti permasalahan secara fundamental. Ya, memang sebuah produk yang “diperlukan atau diinginkan” (kriteria 1 di atas) cenderung memiliki paling tidak sejumlah kekuatan untuk mengubah dunia atau berkontribusi pada perubahan dunia. Namun yang jauh lebih penting adalah, kata Buffett, mengetahui apakah perusahaan ini mempunyai keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Lebih baik memiliki See’s Candies—yang tidak  dirancang untuk mengubah dunia—daripada DeLorean Motors, yang mencoba beradu dengan Detroit. See’s punya parit yang dalam; DeLorean tidak —dan sekarang perusahaan itu sudah lama hilang.

Carilah  perusahaan  yang sekuat benteng. Temukan  perusahaan  yang menonjol di antara para pesaingnya.

Buffett tidak langsung memahami pentingnya franchise. Pada awal kariernya, dia lebih berfokus pada “pem- belian-pembelian  hebat”—yang berubah menjadi pembelian  buruk dalam jangka panjang. Buffett membayar mahal untuk pengalamannya dalam situasi bisnis yang tidak menguntungkan bagi pabrik peralatan pertanian, département stores kelas dua, dan pemintalan tekstil New England. Tak ada tembok yang kukuh dan parit yang dalam J di sekeliling perusahaan-perusahaan itu!

BACA:  24 - Jadilah Investor Yang Andal [END]

Pada tahun 1965, Buffett membeli perusahaan tekstil New England, Berkshire Hathaway. Dua puluh tahun kemudian, dia menutup divisi tekstil Berkshire Hathaway karena tidak punya masa depan dan banyak merugi. Pesaing global mematikan divisi ini, dan —tanpa keunggulan kompetitif yang berkelanjutan juga tidak adanya parit untuk mempertahankan prospeknya—bisnis tekstil tersebut akhirnya bangkrut.

Bandingkan kesalahan di masa-masa lalu itu dengan apa yang dilakukan Buffett di tahun 2003, ketika dia mengejutkan banyak pengamat dengan membeli 2 miliar lembar saham perusahaan minyak Cina, PetroChina. Perusahaan raksasa ini, yang belum pernah didengar oleh    banyak orang dan yang mendominasi bisnis minyak di Cina, adalah perusahaan minyak keempat dunia yang paling menguntungkan,  dan telah memproduksi minyak mentah sebanyak Exxon. Ini adalah jenis bisnis yang dapat dimasukkan ke dalam daftar portofolio Anda jika Anda cukup beruntung menemukannya.

Kunci lain untuk membeli franchise—atau bisnis apapun—adalah  menunggu sampai harga saham perusahaan tersebut Anda anggap wajar. Ini merupakan tonggak metodologi Buffett.

Jangan keluar masuk pasar. Penelitian  menunjukkan  bahwa transaksi yang terlalu sering dapat meningkatkan kerugian. Seorang pengarang yang ahli mengenai Buffett, Timothy Vick, menyarankan agar Anda membuat daftar perusahaan favorit Anda dan harga tertinggi yang bersedia Anda bayarkan untuk sahamnya. Pegang erat daftar itu dan lakukan monitoring sesering mungkin.

Cara ini akan membantu Anda menjaga kedisiplinan sekaligus memungkinkan  Anda menghindari tindakan-tindakan yang bisa merugikan portofolio Anda.

Dalam bukunya yang laris, How  to  Pick  Stocks  Like  Warren Buffett  (untuk tujuan pengungkapan secara  penuh,  buku  ini  juga  diterbitkan oleh  McGraw-Hill), Vick

mengemukakan argumen yang sangat meyakinkan mengenai “penyimpanan saham” seperti yang dilakukan Buffett: “… cara itu memaksa Anda untuk waspada. Sebelum membeli, Anda harus menentukan nilai  yang wajar dari  suatu perusahaan. Ini  berarti Anda harus mempelajari entitas tersebut. Meluangkan waktu untuk melakukan proses penilaian akan sangat mengurangi kemungkinan Anda membeli secara prematur” (hlm. 98).

BACA:  BAB 17 - Tetaplah Berada Dalam Lingkaran Kompetensi Anda

Berikut beberapa saran yang dapat membantu Anda memilih dan  mempertahankan perusahaan yang tepat:

Carilah franchise yang akan bertahan dalamujian waktu.

Selalu  amati  perusahaan yang  memenuhi kriteria  Buffett:  perusahaan yang menghasilkan produk yang diperlukan atau diinginkan, yang tidak mempunyai substitusi yang dekat, tidak menghabiskan banyak biaya, dan tidak ter- pengaruh regulasi harga.

Pelajari fundamental bisnis sebelum Anda membeli nya. 

Pastikan bahwa Anda telah berhati-hati dalam bertindak sebelum melakukan pembelian saham. Hal ini akan membantu Anda membuat keputusan investasi yang lebih baik dan meningkatkan prospek kesuksesan Anda dalam jangka panjang.

Jangan ragu untuk melakukan “strike” sebelumAnda memukul. 

Buffett mendukung para striker. Ini adalah istilah bisbol untuk pemukul yang membiarkan bola lewat sebelum mereka benar-benar memukulnya. Seiring jalannya waktu, invpstnrterbaikinelakukan keputusan pembelian dan penjualan yang semakin sedikit.

Jika Anda melihat kerumunan jkan piranha dan buaya berenang dalam parit lebar yang ada di  sekeliling kastil, kata Buffett, Anda telah menemukan jenis bisnis berumur panjang yang  menguntungkan investor.