Begitu Anda mendapatkan  bisnis yang tepat, abaikan orang lain yang mengkhawatirkan pasar saham.

Menurut Warren Buffett, salah satu faktor penting dalam sukses berinvestasi adalah mengingatkan diri bahwa Anda membeli sebagian andil  dari bisnis  yang  benar-benar ada. Lembaran saham itu sendiri tidak ada artinya; saham hanyalah representasi dari perusahaan yang riil. Pada saat berpikir tentang portofolio Anda, yang harus dipikirkan bukanlah Bloombergs, tickers, atau tabel-tabel di Wall Street Journal. Apa yang harus Anda pikirkan, menurut Buffett, adalah bisnis atau sekumpulan bisnis-perusahaan riil yang terjun di bisnis yang tepat.

Dengan kata lain, membeli saham bukan berarti “menggoreng  pasar”, tapi berarti membeli bisnis-bisnis yang tepat.  Dalam jangka panjang, bisnis yang tepat hampir selalu berarti kekayaan. Dengan analogi yang sama, bisnis yang salah tidak akan mampu memberikan  keuntungan yang serupa-dalam jangka pendek mawpun jangka panjang.

Oleh karena itu, hal terpenting  untuk dilakukan sebelum Anda membeli saham adalah berpikir matang- matang mengenai bisnis yang mendasarinya juga masa depannya, dan memandang diri Anda tidak hanya sebagai investor tetapi juga sebagai analis bisnis. Tetap perhatikan harga, tentu saja-tapi berikan lebih banyak perhatian pada nilai (“harga” dan “nilai” semestinya sangat terkait, tentu saja, tapi dalam banyak kasus harga dan nilai bisa tidak berkaitan). Nilai tumbuh berdasarkan apa yang dilakukan oleh bisnis, seberapa baik kinerjanya jika dibandingkan dengan pesaing, skala operasinya, dan bagaimana faktor-faktor tersebut diproyeksikan ke masa yang akan datang. Investor yang cerdas adalah orang yang memilih bisnis-bisnis “bernilai” berdasarkan penilaian semacam ini.

Dalam hal investasi, Buffett menekankan pentingnya  kinerja dari bisnis di balik investasi. Apa yang dikerjakan, sebaik apa pengerjaannya (dalam pengertian relatif maupun absolut)? Investasi tidak pernah menjadi hal yang emosional; menurut Buffett, investasi selalu merupakan hal yang profesional (“business-like”).

Kinerja bisnis  adalah kunci dalam memilih saham. Pelajari catatan kinerja jangka panjang setiap perusahaan yang ada dalam “keranjang belanja” Anda.

BACA:  BAB 6 - Carilah Perusahaan Franchise

Pada tahun 1985, Buffett menganalisis perusahaan tekstil terbesar di Amerika dan penghasilannya  dari tahun  1964 sampai 1985. Saham perusahaan tersebut dijual dengan harga 60 dolar per lembar di tahun 1964. Dua puluh tahun kemudian, harga sahamnya tidak banyak berubah. Selain pengeluarannya yang terlalu besar, bisnis tersebut selalu mengalami kesulitan. Bisnis yang salah, simpul Buffett. “Beli dan tahan” tidak berlaku pada bisnis yang salah sejak awal.

Kalau diamati lagi, semua perusahaan dot-com yang bangkrut dan lenyap membuktikan pentingnya analisis bisnis Buffett. Selama masa-masa panas tersebut, orang- orang membeli segala macam saham high-tech  yang harganya naik berlipat ganda. Namun mereka mengabaikan nilai  dari bisnis yang mendasarinya dan prospek jangka panjangnya. Investor membeli saham berdasarkan pergerakan saham, bukan kualitas bisnis yang direpresentasikan oleh saham tersebut.

Perusahaan seperti Global Crossing dan Etoys.com pernah menjual saham dengan harga lebih dari 80 dolar per lembar. Sekarang saham mereka tidak bernilai. Buffett tidak membeli satu pun saham Internet karena, menurut pengamatannya, Internet bukanlah bisnis menguntungkan yang mudah diprediksi yang memiliki neraca dan arus kas yang kuat.

Analisis bisnisnya menyuruhnya untuk menjaga jarak paling sedikit 10 kaki dari perusahaan- perusahaan macam ini.

Bagaimana Buffett menentukan bisnis mana yang bisa dibeli? Dia mempertimbangkan empat hal utama:

  1. Bisnis yang dapat dia mengerti
  2. Perusahaan dengan prospek jangka panjang yang menguntungkan
  3. Bisnis yang dijalankan oleh orang-orang yang jujur dan kompeten
  4. Bisnis yang harganya sangat menarik

Seorang pelatih football  yang konservatif pernah menjelaskan ketidaksukaannya pada gerakan oper,  dengan mengatakan bahwa ketika bola di -oper ke pemain lain, ada tiga kemungkinan yang akan terjadi, dan dua di antaranya buruk. Dalam hal bisnis yang tidak dia pahami, Buffett punya ketidaksukaan yang sama. Pendekatan bisnisnya aman, konservatif, dan tidak glamor-tapi sangat efektif.

Buffett menyukai bisnis yang mudah dipahami karena dia tahu bahwa masa depan bisnis tersebut lebih pasti dan arus kasnya mudah diprediksi.  Perusahaan  seperti See’s Candies, the Nebraska Furniture Mart, dan Coca- Cola adalah sebagian favoritnya karena perusahaan tersebut stabil dengan arus kas dan pendapatan  yang mudah diprediksi  dan cenderung sama 50 tahun yang akan datang.

Jika Anda tidak yakin dapat membuat prediksi semacam itu, kata Buffett, Anda berspekulasi,  bukan berinvestasi. Tentu saja,  berinvestasi melibatkan ketidakpastian.

Tujuannya di sini adalah untuk mengurangi ketidakpastian sebanyak mungkin dengan cara mencari bisnis yang mudah dipahami! Candy dan Coke merupakan  bisnis yang dapat dianalisis seperti itu, sementara, perusahaan-perusahaan dot-com tidak.

BACA:  BAB 13 - Abaikan Yang Makro; Fokuslah Pada Yang Mikro

Buffett menghindari  perusahaan yang kompleks yang sekiranya akan mengalami perubahan dramatis karena masa depannya tidak pasti. Pendapatan dan arus kas adalah dua pilar  dari  perusahaan yang  sukses. Kapitalisasi pasar  yang  sangat  besar-meskipun mengesankan-dapat menguap dengan cepat. Kapitalisasi pasar penting karena itu adalah salah satu cara untuk mengukur kekuatan perusahaan dan kemampuannya melakukan pinjaman. Namun, perkiraan kas dalam jangka panjang, kuartal demi kuartal, lebih penting lagi.

Sejumlah orang mungkin mengkritik Buffett karena tidak mau mengambil risiko di bisnis-bisnis baru yang menarik. Jika demikian halnya, kemungkinan  dia tidak akan tersinggung. Mungkin dia akan menanggapi seperti ini, ” Seekor burung yang ada  di tangan bernilai setara dengan  dua  ekor burung di semak-semak”.  Lebih baik memilih return yang bagus dan sudah diketahui daripada memilih return yang sangat besar tapi juga sangat spekulatif. Lebih baik untung sekali atau dua kali tapi pasti daripada  ‘S  mengharap keberuntungan dari tembakan bertubi-tubi yang tidak terarah.

Carilah  kepastian dalam pasar  yang tidak  pasti-yaitu, bisnis yang cenderung berkinerja lebih baik di antara bisnis lain yang sejenis dalam jangka panjang.

Dalam banyak kasus, ungkap Buffett, masa lalu adalah indikator terbaik dari masa depan. Mungkin aneh kedengarannya bagi beberapa orang. Bukankah kita telah mendengar tentang laju perubahan yang semakin cepat dan tentang betapa akan sangat berbedanya perekonomian di masa depan jika dibandingkan dengan masa lalu? Buffett tidak sepenuhnya tidak setuju dengan penilaian ini; dia hanya tidak mau melakukan investasi berdasarkan pemikiran semacam itu. Carilah bisnis  yang  pada   saat   ini  mengerjakan hal  yang  sama dengan   yang  dikerjakannya satu  dekade  lalu,   katanya. Mengapa? Yah,  untuk satu alasan, bisnis semacam itu telah sangat berpengalaman dalam melakukan bisnisnya. Dan kedua, bisnis tersebut-Buffett sering menunjuk See’s Candy sebagai contoh-telah menemukan suatu ceruk di mana berbagai hal tidak berubah dengan sangat cepat. Dengan berasumsi bahwa hal ini akan tetap sama di masa depan, kecil kemungkinan  perusahaan  tersebut membuat kekeliruan yang besar.

BACA:  BAB 16 - Berpikirlah Independen

Apakah produknya tahan lama? Tanyakan pada diri Anda sendiri pertanyaan berikut, meski pada awalnya terdengar sedikit tolol: Manakah yang lebih mungkin bertahan 10 tahun lagi-suatu aplikasi software atau es krim lembut jenis tertentu dari Dairy Queen? Jawabannya jelas: es krim. Software bergerak terlalu cepat untuk dapat dipertaruhkan 10 tahun lagi.

Jika  Anda tidak  dapat  membayangkan apa  yang  akan  terjadi pada  bisnis  tertentu 10 tahun  lagi,  berarti Anda  tidak memahami bisnis  tersebut. Jika Anda tidak memahami bisnis tempat Anda mempertaruhkan uang, Anda berspekulasi, bukan berinvestasi. Anda berangan- angan, bukan berpikir.

Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan para investor untuk membantu pengamatan jangka panjang mereka:

Ingatlah bahwa saham adalah bagian dari  bisnis.  Jangan membeli saham karena pergerakan harganya; belilah saham berdasarkan analisis mengenai bisnis dan prospek masa depannya.

Gunakan  I nternet untuk  mengerjakan  PR  Anda.  Beberapa tahun lalu, memeriksa sebuah perusahaan dan prospeknya akan memerlukan waktu berhari-hari atau berminggu- minggu—dan bahkan hampir tidak mungkin dilakukan oleh investor nonprofesional. Tidak demikian halnya sekarang; sekarang, ada ratusan situs Web gratis yang menunjukkan segala macam informasi mengenai sebuah perusahaan, seperti laporan tahunan, pendapatan, arsip Security and Exchange Commission (SEC), arus kas, dan lain-lain.

Jangan berpikir mengenai ’’saham dalam jangka pendek.” Berpikirlah mengenai “bisnis dalam jangka panjang.”