Teman dan kolega Buffett, Charlie Munger, selalu menekankan untuk belajar dari kesalahan agar tidak ter- perosok ke dalamnya.

Sangat penting untuk belajar dari kesalahan investor lain agar Anda tidak melakukan kesalahan yang sama. Sayangnya, tidak ada sumber kesalahan yang lebih besar daripada yang dilakukan oleh orang-orang yang baru pensiun dengan portofolio pasar saham mereka.

Di akhir tahun 1990-an, seorang calon pensiunan dengan dana pensiun senilai $385.000 di rekeningnya menghadiri sebuah seminar mengenai masa pensiun. Di situ dia mendengarkan presentasi dari seorang pialang yang mendorong hadirin untuk menerima tawaran pensiun dini dari perusahaan mereka dan kemudian mengalihkan tabungan mereka kepada pialang tersebut untuk diinvestasikan ke dalam portofolio yang dia rancang sendiri.

Peserta seminar tersebut diberi tahu bahwa mereka akan hidup nyaman setelah pensiun dengan pendapatan  (dari investasi tersebut) dan mungkin bisa menjadi jutawan dalam beberapa tahun. Pialang itu kemudian menginvestasikan  uang pensiun tersebut ke saham teknologi, layanan kesehatan, jasa keuangan, dan reksadana yang sarat biaya.

Ketika nilai portofolionya jatuh hingga mendekati 1 dolar, pria ini tidak punya pilihan lain selain kembali ke tempat kerjanya semula. Untuk sementara waktu, setidaknya, seluruh mimpi dan harapan akan masa pensiun yang nyaman menguap.

Atau pertimbangkan  kesialan seorang pensiunan wanita yang menginvestasikan tabungan senilai $410.000 yang dia kumpulkan seumur hidupnya pada seorang pialang yang mengatakan padanya bahwa dia akan mendapatkan $3.000 per bulan dari pasar saham di masa pensiunnya.  Pialang tersebut menginvestasikan  uang wanita malang ini di saham Internet, saham teknologi, dan reksadana. Ketika pialang ini “habis”, nilai portofolio wanita itu jatuh hingga tinggal 38.000 dolar.

Amat disayangkan, ada sekian banyak pekerja keras yang harus menemui kegagalan semacam itu. Ada ribuan kisah sedih mengenai para pekerja keras yang menghabiskan 25 tahun kehidupan mereka untuk bekerja dan menabung demi masa pensiun, yang akhirnya hanya menyaksikan tabungan mereka lenyap karena keputusan investasi yang buruk.

Banyak dari pensiunan ini yang merasa bahwa mereka tidak tahu-menahu mengenai pasar saham dan tidak mampu mengelola uang mereka sendiri dan melakukan investasi. Lebih baik serahkan saja pada seorang “profesional”, pikir mereka.

Terpikat oleh rayuan para pialang dan janji kosong tentang kekayaan, mereka menjadi korban investasi yang tidak dapat diandalkan—investasi  yang didasarkan pada hiperaktivitas; investasi berbiaya tinggi dengan komisi yang besar, timing  the  market,  dan saham di perusahaan  yang payah. Semua kisah ini terjadi dengan dukungan dari “manajemen keuangan profesional.”  Pelajaran yang paling penting untuk diperhatikan dari kisah-kisah ini adalah pentingnya investasi yang andal. Pemahaman solid mengenai fundamental investasi yang paling dasar — banyak yang telah disampaikan dalam buku ini—menawarkan  perlindungan terbaik untuk menangkis godaan dan skema finansial yang tidak andal.

Banyak dari kita  yang akan, kadang-kadang,  tergoda oleh bujukan wiraniaga yang menjanjikan tingkat kekayaan yang tak terbayangkan, formula-formula untuk memecahkan misteri pasar modal, dan undangan untuk berinvestasi ke perusahaan yang belum teruji.

Renungkanlah “rayuan” berikut ini: “Investasi pada saham ini dapat menghasilkan laba yang besar. Bayangkanlah  berinvestasi di  Exxon Mobil atau salah satu perusahaan energi terkemuka pada saat perusahaan itu baru berdiri!”

Perhatikan kata-kata rayuan itu “dapat” dan “bayangkan”?  Anda mestinya sudah sangat mengetahuinya—dan cukup disiplin—untuk mengabaikan  bujukan penjualan yang menggoda semacam ini  yang memainkan emosi Anda (dan berhati-hati untuk tidak menjanjikan apa pun). Anda harus mengikuti prinsip- prinsip investasi nilai yang andal, yang dianut dan diamalkan oleh Warren Buffett. Jika Anda menjalankannya, Anda telah memberi diri Anda kesempatan yang lebih banyak untuk menyaksikan investasi Anda tumbuh dan mekar bukannya layu sebelum berkembang.

Charlie Munger berkata: “Banyak sekali keuntungan yang didapat ketika seseorang melakukan sejumlah investasi yang bagus kemudian berdiam diri. Anda membayar lebih sedikit kepada para pialang. Anda mendengarkan lebih sedikit omong kosong.” Jangan pernah lupa bahwa selalu ada banyak hal yang tidak masuk akal di Wall Street, jadi, perhatikan saja hal-hal yang masuk akal.

Dan akhirnya, perhatikan baik-baik biaya-biaya yang terkait dengan investasi. Saat ini, tersedia ratusan reksadana bebas biaya atau bebas komisi, dalam arti harfiah, dan transaksi saham hampir-hampir menjadi jasa sebuah komoditas. Jadi, jelas-jelas tidak  ada alasan membayar komisi yang tinggi untuk reksadana atau -saham.

Biaya-biaya terselubung terkait dengan berbagai macam investasi akan mematikan retum  Anda. Jadilah investor yang cerdas dengan mengajukan pertanyaan dan memperhatikan biaya.

Biaya dan komisi terselubung yang terkait dengan berbagai jenis investasi merampok kemampuan investor untuk menghasilkan uang dalam jangka panjang. Beberapa investasi, misalnya, membebankan komisi di muka lebih  dari 6  persen.  Hal ini berarti, jika Anda membeli investasi tersebut, Anda harus meningkatkan nilainya sebesar 6 persen sebelum Anda mencapai titik impas, kemudian mulai menghasilkan uang. Hindari investasi jenis ini dengan memilih reksadana yang bebas biaya.

Pastikan bahwa Anda tidak jatuh ke tangan “penasihat” investasi yang salah. Pertimbangkanlah  langkah- langkah berikut untuk meyakinkan  bahwa Anda tidak jatuh termangsa skema-skema yang tidak melakukan apa- apa selain menjauhkan investor dari uang mereka:

J ika  terdengar  terlalu  muluk,  bisa  jadi  memang  mustahil  terjadi.   Waspadalah dengan janji-janji kaya mendadak dan retum yang tinggi. Hal seperti itu hampir selalu berisiko tinggi. Dan jeleknya lagi, janji-janji itu selalu diikuti dengan komisi mahal untuk orang yang menjual “inves- tasi besar ” itu kepada Anda.

Terlipat aktiflah dalam proses  pembuatan keputusan investasi Anda dan jangan pernah melepaskan kendali atas portofolio Anda. Daripada mendengarkan nabi-nabi palsu, lebih baik membuat keputusan berdasarkan tingkat toleransi risiko yang Anda tetapkan sendiri. Dalam melakukan  hal itu, pelajarilah peraturan dan prinsip-prinsip  yang telah ditekankan dalam buku ini.

Selalu perhatikan biaya. Ingatlah bahwa orang-orang yang mencoba menjual sesuatu kepada Anda melakukan hal  itu karena komisi ‘gemuk’ yang akan mereka pungut dari uang yang susah payah Anda kumpulkan. Selalu tanyakan mengenai biaya, baca prospektus, dan belajar sebanyak yang Anda bisa mengenai biaya-biaya yang terkait dengan investasi apa pun. Dan jika Anda masih membayar lebih dari 100 dolar per transaksi pasar saham, pertimbangkanlah  untuk membuka rekening online   dengan pialang diskon (seperti TD Waterhouse atau ETRADE). Karena Anda akan membuat keputusan investasi sendiri, tidak perlu membayar komisi tinggi kepada seorang pialang.

Belajarlah dari  kesalahan orang lain, kata Buffett. Tidak ada alasan untuk menjalani sendiri kisah sedih yang telah dialami orang lain.