Bagaimana  Warren  Buffett—investor   terbesar  dunia—menghabiskan waktunya? Menurut perhitungannya, dia menghabiskan sekitar enam jam sehari untuk membaca dan satu atau dua jam untuk menelepon. Sisa waktunya dia gunakan untuk berpikir.

Warren Buffett, seperti kebanyakan pemikir besar lainnya, adalah orang yang haus akan bacaan. Dia membaca Financial Times,  Wall  Street Journal,  New  York  Times,  dan majalah-majalah keuangan seperti Fortune. Beberapa sumber bacaan hanya dibaca untuk mendapatkan pengetahuan secara umum, tapi banyak di antaranya yang difokuskan pada prospek tertentu. Ketika sebuah perusahaan terlintas di kepala Buffett, dia mulai membaca semua hal yang bisa dia dapatkan mengenai perusahaan tersebut dan industri yang terkait.

Terutama secara rutin dia membaca laporan tahunan. Ketika Buffett mulai tertarik pada suatu perusahaan, dia akan membeli beberapa saham perusahaan pesaing hanya untuk mendapatkan laporan tahunan mereka. Sekali lagi, dia banyak membaca, tapi dia membaca untuk tujuan tertentu. Banyak membaca membekali Buffett dengai fakta dan gagasan yang menjadi bahan bakar bagi alasai dan pemikiran independennya. Tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa kebiasaan membaca Buffett —di gabungkan dengan pemikirannya, tentu saja—telah men jadi fondasi bagi kesuksesannya.

Buffett menyarankan agar setiap orang membac; buku investasi favoritnya, buku karangan Ben Graham The Intelligent Investor, dengan pertimbangan kerangka intelektual yang ditawarkan oleh buku itu. Dia menyaran kan untuk memberikan perhatian khusus pada Bab 8 (“Market Fluctuation”) dan Bab 20 (“Margin of Safety”) Buku karangan Phil Fisher, Common  Stocks  and  Uncommor Profit,   juga bagus untuk dibaca. Dan perpustakaan tidak akan lengkap tanpa buku Secunty  Analysis  karangan Graham dan Dodd, yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1934 (demi pengungkapan penuh, buku tersebut juga diterbitkan oleh McGraw-Hill).

Seorang investor nilai harus membaca semua bahan yang bisa dia dapatkan mengenai Warren Buffett dan Charlie Munger. Di situs Web BerkshireHathaway.com, bisa diakses oleh siapa saja, terdapat semua surat Buffett yang ditujukan pada para pemegang saham dan laporan tahunan sejak tahun 1977. Surat-surat dan laporan tersebut benar-benar merupakan tambang emas informasi dan kebijakan bagi setiap investor potensial, dan harus dibaca.

Jadi, peraturan pertamanya adalah baca,  baca, dan baca lagi. Namun, peraturan keduanya adalah membaca dengan   selektif.  Mulai sekarang, Anda harus dapat memilah bahan bacaan mana yang berguna bagi seorang investor nilai-dan sebaliknya, bahan-bahan bacaan mana yang sama sekali tidak berguna. Hanya ada beberapa jam dalam sehari, dan hanya beberapa jam baca yang tersedia sebelum mata Anda lelah. Jangan sia-siakan jam-jam berharga tersebut dengan mempelajari ramalan pasar, perkiraan, dan teori-teori yang berat.

Contohnya? Salah satu teori yang dicemooh Buffett adalah “Efficient Market Theory” (EMT). Kerap diajarkan oleh para profesor di sekolah-sekolah  bisnis terkemuka,  EMT menekankan bahwa pasar benar-benar efisien. Singkatnya, setiap lembar saham benar-benar dihargai sesuai dengan nilainya karena semua permintaan dan penawaran yang ada di pasar selalu bergerak ke arah ekuilibrium. Jika hal tersebut benar, maka analisis bisnis menjadi sia- sia belaka karena pada akhirnya Anda akan mendapatkan penilaian yang “benar” —yaitu penilaian pasar atau Anda akan sampai pada penilaian lain (selain penilaian pasar) yang, menurut teori tersebut, pasti salah.

Buffett keheranan saat mengamati bahwa perlahan- lahan teori ini keluar dari dunia akademis menuju ke pasar. Dulunya, EMT hanyalah kuda mainan segelintir profesor

keuangan ternama, tapi tidak lama kemudian, EMT telah menjadi mantra para profesional investasi dan eksekutif perusahaan. Mereka menyatakan, hampir secara serentak, bahwa harga saham  mencerminkan seluruh informasi publik  mengenai saham  tersebut, jadi  tidak perlu untuk menggali lebih dalam  lagi.

Meskipun EMT menyerang orang-orang semacam Buffett, teori ini juga merupakan sumber keunggulan kompetitif yang sangat besar. Pemilihan saham adalah sebuah bisnis intelektual,  kata Buffett, sama seperti catur atau bridge.  Merupakan hal yang sangat menyenangkan ungkap Buffett, untuk bisa duduk di seberang meja catur melawan seseorang yang tidak percaya bahwa diperlukan pemikiran pada saat bermain.

Hal ini terdengar seperti badai dalam sebuah ceret intelektual, tetapi bukan. Pada tahun 1973, banyak investor kelembagaan yang menjadi pendukung kuat EMT. Oleh karenanya, terdapat hanya beberapa investor yang tertarik untuk membeli saham Washington Post Company, sehingga menyebabkan harganya menembus batas  dasar  terendahnya. Harga  saham perusahaan tersebut, kata para pendukung EMT, memang sepantasnya anjlok dan benar- benar tidak layak untuk dibeli. Buffett—memperhatikan  dengan cermat pelajaran yang diberikan oleh Ben Graham—melakukan  pembelian saham Washington Post  secara besar- besaran dan segera membuktikan bahwa para pendukung EMT salah.

Kalau kita perhatikan lagi, jurang antara nilai pasar dan nilai intrinsik mudah dilihat. Pada waktu itu, pasar menilai Washington Post Company berharga sekitar 100 juta dolar.

Sedangkan Buffett melihat nilai intrinsiknya antara 400-500 juta dolar —dan mulai membeli besar- besaran.

Pelajaran yang bisa diambil? Pada saat pemikir lain membaca tentang EMT, Buffett membaca Graham—dan, tentu saja, membaca segala hal yang bisa dia dapatkan mengenai Washington Post Company dan industri yang terkait—dan hasilnya berbicara sendiri. Teruslah membaca, tapi bacalah hal-hal yang akan menambah informasi pada —bukan yang mendistorsi—pandangan  Anda mengenai investasi. Jangan khawatir dengan tren intelektual mutakhir yang keluar dari sekolah bisnis ke pasar yang mudah diperdaya. (Ingatlah akan adanya kerumunan!) Khawatirlah mengenai cara mendapatkan nilai intrinsik, yang dalam banyak hal dimulai dengan kebiasaan membaca yang baik.

Mili kilah  kebiasaan  membaca.   Buffett dan Munger adalah orang-orang yang keranjingan membaca, dan sebagian besar, mereka belajar dari buku, jurnal, laporan tahunan, 10-Ks, 10-Qs, dan publikasi-publikasi khusus lainnya. Tingkatkan hobi membaca Anda untuk memberi makan pikiran Anda.

Bacalah laporan  tahunan dan sur at-surat B uffett.  Sulit untuk tidak membesar- besarkan hal ini. Seorang master terkenal dalam dunia investasi telah meletakkan  pe- mikirannya di  Web  agar  dapat  dibaca  oleh  setiap  orang.  Anda  ingin  mengikuti kesuksesannya—jadi,  bukankah mestinya Anda mulai dari situ? Pemikirannya sangat ber- nilai, tentu saja. Namun yang lebih bernilai adalah peluang untuk menyaksikan  bagaimana pemikirannya bekerja dengan cara yang relatif lugas. Pelajari laporan tahunan dan surat- surat Buffett untuk mendapatkan kebiasaan berpikir yang baik.

Gunakan waktu Anda hanya untuk  membaca hal-hal yang layak dibaca.  Baca Buffett dan Graham tapi jangan membaca hal-hal yang hanya omong kosong. Hindari segala hal yang berkaitan dengan EMT atau “disiplin-disiplin”  serupa. Teori-teori tersebut hanya akan mengalihkan Anda dari tugas-tugas riil Anda.

 

Buffett percaya bahwa—tidak seperti industri- industri lain—industri investasi adalah sebuah industri tempat pengetahuan berakumulasi dan pengetahuan itu ada untuk ditemukan oleh  mereka yang memang ingin menggalinya. Sarannya: Jadilah  penggali.

Dalam banyak hal, itu juga bisa diterjemahkan langsung sebagai Jadilah pembaca.