Apa yang membuat  seseorang  menjadi investor yang baik? Menurut  Warren Buffett, investor yang baik adalah  seseorang  yang mengombinasikan  pertimbangan bisnis yang baik dengan kemampuan untuk mengabaikan pergerakan  liar di  pasar. Ketika emosi mulai berputar,  kata Buffett, ingatlah konsep Ben  Graham mengenai “Mr. Market”, dan carilah “margin of safety”.

Warren Buffett belajar pada Benjamin Graham di Columbia University.  Buffett kebetulan satu-satunya pelajar yang mendapatkan  nilai A+ selama 22 tahun Graham mengajar. Graham mengajari Buffett dua konsep yang sangat penting yang masih dia jalankan sampai sekarang. Pertama kiasan “Mr. Market”, dan yang kedua adalah untuk selalu mempunyai margin aman (margin of safety) dalam harga beli.

Dua gagasan ini, dan pandangan bahwa saham merupakan bagian kepemilikan atas sebuah bisnis, adalah “Rocks of Gibraltar” (pedoman pokok) Graham. Buffett merasa bahwa jika seorang  investor telah menggenggam erat tiga gagasan dasar ini, dia telah menempatkan dirinya pada posisi yang tepat. Buffett menyinggung konsep ini pada perayaan ulang tahun Graham yang ke-100, dengan mengungkapkan bahwa sebelumnya konsep-konsep tersebut valid, dan akan tetap penting satu abad mendatang.

Siapa, atau apakah, “Mr. Market” yang ditemukan bertahun-tahun lalu oleh guru Buffett, Ben Graham?

Buffett mendeskripsikan  Mr. Market sebagai seorang partner bisnis —seseorang dengan masalah emosional yang tidak dapat disembuhkan yang muncul setiap hari, tanpa jeda, dan yang menentukan harga di mana ia akan menjual (membeli) sahamnya dalam bisnis kepada (dari) Anda.

Mr. Market, menurut Buffett, adalah yang dulu sering disebut sebagai “manikdepresi” dan yang sekarang mungkin disebut “bipolar”. Masalah psikologisnya mempengaruhi harga yang dia tentukan. Ketika dia merasa sangat gembira, dia hanya melihat hal-hal yang bagus pada bisnis dan menetapkan harga yang tinggi pada surat- surat berharganya. Sebenarnya, pada saat dia berada dalam suasana hati yang demikian, dia tidak benar-benar ingin menjual sahamnya karena dia khawatir Anda akan setuju dengan harga yang dia tetapkan, membeli sahamnya, dan mendapatkan keuntungan dari seluruh kenaikan harga yang menurutnya sangat mungkin terjadi.

BACA:  BAB II - Putuskan Sendiri Investasi Anda

Dan kemudian, ada sisi gelap  Mr. Market. Pada saat dia sedih, dia tidak melihat apa pun kecuali kesulitan yang ada di dalam dan di luar bisnis. Dalam suasana hati yang seperti ini, dia khawatir kalau-kalau Anda akan melepaskan surat-surat berharga Anda padanya , dan dia akan ditinggalkan dengan kantong yang penuh pada saat meluncur jatuh. Dalam suasana hati ini, dia menetapkan harga yang sangat murah atas sahamnya dan berharap Anda akan membelinya.

Mr. Market sangat teguh pendirian, jelas Buffett. Dia selalu datang setiap hari, bagaimana pun suasana hatinya. Dia tidak berkeberatan jika Anda mengabaikannya; dia akan kembali besok dengan sebuah harga. Yang harus Anda lakukan adalah mengetahui bagaimana suasana Mr. Market hari ini dan memutuskan apa yang akan Anda lakukan berkaitan dengan hal tersebut. Mengabaikannya? Memanfaatkannya? Sekali lagi, dia tidak peduli dengan apa yang akan Anda lakukan.

Namun kuncinya adalah, kata Buffett—mengulangi  penjelasan Graham —jangan pernah jatuh  di bawah pengaruhnya. Pengaruh tersebut bisa sangat kuat pada waktu-waktu tertentu. Kemuramannya dapat menular ke semua orang. Kegembiraannya bisa memabukkan. Baca   suasana  hatinya,  kata Buffett, dan   bertindaklah  dengan    cara-cara  yang   memperhitungkan suasana  hati   tersebut—tapi  Anda   sendiri  jangan  sampai  terlarut  dalam suasana hatinya itu.

“Mr. Market” Ben Graham adalah metafora yang harus digunakan oleh setiap investor nilai sebagai dasar untuk memahami  cara kerja harga di pasar saham. Hal_ itu akan membantu menerangkan kegilaan pasar. Dan juga membantu dalam memberikan isyarat dan menandai datangnya peluang. Sebagai seorang investor, Anda harus selalu siap untuk memanfaatkan Mr. Market pada saat dia tertekan dan harga saham jatuh. Hal ini berarti bahwa bisnis-bisnis yang bagus sedang kecipratan cat oleh sapuan kuas yang besar. Inilah saatnya untuk menjadi   manfaat untuk memahami keunggulan  relatif sebuah investasi dibandingkan dengan investasi lain.

BACA:  BAB 18 - Abaikan Ramalan Pasar Saham

Ini juga yang menjadi alasan lain mengapa Buffett lebih menyukai bisnis yang mudah dipahami: Dia dapat melihat pendapatan mereka, arus kas, dan modal yang dibutuhkan untuk menjalankan perusahaan tersebut, dan dia dapat menggunakan informasi-informasi itu untuk menganalisis nilai intrinsiknya. Selanjutnya, dia juga dapat melihat jika ada selisih yang signifikan antara harga dan nilai.

Sasaran Anda? Melakukan apa yang dilakukan Buffett dan mengambil manfaat dari kesalahan yang dibuat oleh Mr. Market saat dia menetapkan harga rendah pada bisnis yang bernilai lebih dari itu. Pada saat kemuraman Mr. Market menciptakan margin ofsafety,  inilah saatnya beraksi.

Pastikan  bahwa Anda  memahami  konsep  B uffett  mengenai  Mr. Market dan margin of safety. Hal ini akan membantu Anda mendapatkan kerangka berpikir yang tepat untuk membuat keputusan investasi yang lebih baik.

Perhatikan analogi B uffett. Buffett mengulas bahwa, sebagaimana Tuhan, pasar akan membantu mereka yang berusaha. Tapi—dia dengan cepat menambahkan—pasar  tidak memaafkan mereka yang “tidak tahu apa yang mereka lakukan”.

Nantikan  kesempatan  Anda,  dan  tunggulah  saat  Mr. Market  tertekan  dan menurunkan harga saham serendah mungkin, sehingga memunculkan peluang membeli dengan margin of  safety. Sekali lagi, nasihat Buffett mengenai kesabaran dan kedisiplinan terbukti jelas dan tegas. Jika Anda dapat bangkan tingkat kedisiplinan yang seperti Buffett dan menunggu sampai munculnya peluang, Anda akan mendapat imbalan.

Beberapa pihak mengeluhkan gejolak pasar. Buffett tidak: Dia percaya bahwa gejolak (volatility) perubahan suasana hati Mr. Market yang dramatis-adalah faktor yang menciptakan peluang bagi investor yang cerdik. Tunggulah sampai orang-orang bertindak bodoh, dan kemudian bertindaklah dengan bijak.