Kembangkan sebuah wilayah keahlian, beroperasi- lah pada wilayah itu, dan jangan menyesali diri karena kehilangan peluang yang muncul di luar wilayah itu.

Ketika harus memilih berinvestasi ke bisnis apa, Warren Buffett dipandu oleh apa yang dia sebut “lingkaran kompetensi”  (circle of competence).  Lingkaran kompetensinya hanya terdiri dari saham-saham dan industri yang dia merasa paling nyaman untuk terlibat. Sebagaimana telah dibahas sebelumnya, Buffett tidak berinvestasi pada perusahaan- perusahaan high-tech ketika terjadi booming  high-tech. Mengapa? Karena bisnis itu ada di luar lingkaran kompetensinya. Dan banyak  industri, tegas Buffett, berada di luar lingkaran kompetensinya. Dia dan partnernya, Charlie Munger, tidak merasa bahwa diri mereka ahli dalam bidang teknologi chip  komputer, penilaian futures komoditas, atau potensi prospek mineral. Itu semua di luar keahlian mereka.

Mereka menganggap  diri mereka tidak mempunyai  keahlian dalam perusahaan- perusahaan atau  industri- industri fast-moving.  Dalam pernyataan publiknya, Buffett mengakui, bahwa  mungkin ada orang (di luar sana) yang mempunyai kemampuan prediktif yang dapat menguraikan prospek jangka panjang perusahaan- perusahaan di jalur cepat itu — tapi dia tahu bahwa dia  tidak memiliki keterampilan itu. Dan, karena dia tidak mempunyai pengetahuan mengenal hal tersebut, ungkapnya, dia hanya akan berpegang pada apa yang dia tahu.

Buffett sangat disiplin mengenai lingkaran kompetensinya.  Dia  tidak  melakukan investasi di luar lingkaran tersebut—titik. Dan dia tahan terhadap godaan untuk memperluas lingkaran  kompetensi tersebut. Faktanya, ujarnya, ukuran lingkaran kompetensi Anda tidak terlalu penting. Yang penting adalah mengetahui  batasan- batasannya,  dan bertahan di dalamnya. Cobalah keluar dari lingkaran, dan peluang melakukan kesalahan investasi akan berlipat ganda. Lihat sesuatu di luar lingkaran—sesuatu  yang baru dan menarik—yang diserbu oleh kerumunan orang? Tetaplah menjauh.

BACA:  BAB 23 - Hindari Kesalahan Mahal Yang Diperbuat Orang Lain

Setiap tahun (sejak-1982)T3uffett  mencantumkan  sebuah daftar bisnis yang diinginkan” dalam laporan tahunannya, mengumumkan  jenis-jenis bisnis yang ingin dia beli. Dia mencari:

  1. Pembelian yang besar (setidaknya bernilai 50 juta dolar sebelum pendapatan pajak)
  2. Bisnis yang menunjukkan kemampuan yang konsisten dalam menghasilkan pendapatan (tidak termasuk proyeksi pendapatan yang menjanjikan di masa yang akan datang
  3. Bisnis yang menghasilkan return on  equity  (ROE) yang baik dan tidak terbebani atau hanya sedikit terbebani utang.
  4. Bisnis dengan manajemen yang kuat
  5. Bisnis yang sederhana (baca: bukan bisnis dengan “teknologi yang kompleks”)
  6. Menawarkan harga yang pasti (perusahaan tanpa penawaran harga yang jelas cenderung menghabiskan waktu Buffett saja)

Pengumuman ini cukup menarik untuk dibahas di sini karena hal itu secara spesifik menunjukkan lingkaran kompetensi Buffett—wilayah bisnis yang dia merasa paling nyaman untuk membuat keputusan investasi. Daftar tersebut, oleh karenanya, dapat dijadikan checklist bagi Buffett untuk menentukan apakah sebuah investasi ada di dalam lingkarannya.

Meskipun Buffett mungkin tidak  memahami microchip,  nanotechnology,   dan gigabytes,  dia paham mengenai sepatu bot koboi, bata, karpet, dan cat. Apabila kita menengok  kembali ke tahun 2000, kita akan melihat bagaimana  Buffett bekerja dalam lingkarannya.  Dia membeli dua industri, Justin Industries, pembuat sepatu bot koboi terkemuka, dan Aartg. pabrik bata Texas.

Bata? Apa menariknya batu bata? Cukup menarik, jawab Buffett, jika itu memang perusahaan yang tepat. Ketika diminta untuk menyebutkan sebuah merek batu bata, lanjut Buffett, tiga dari empat orang Texas menyebutkan “Acme”. Perusahaan tersebut mencetak satu miliar keping batu bata setahun, atau hampir 12 persen dari seluruh batu bata yang diproduksi di AS per tahun. Di tahun yang sama saat membeli Acme, Buffett juga membeli (seharga 1 miliar dolar tunai) Benjamin Moore Paint Company, yang telah memproduksi caTseTama-Tr7 tahun. Dan terakhir, dia juga membeli 87 persen saham pabrik penghasil karpet terbesar dunia, Shaw Industries.

BACA:  BAB 21 - Baca, Baca Lagi, dan Berpikirlah

Sepatu bot, batu bata, karpet, dan cat—memang terdengar tidak menarik, tapi kemampuan mereka dalam menghasilkan pendapatan sangat menarik. Tiga tahun setelah dibeli oleh Buffett, Acme Brick, Benjamin Moore Paint, dan Shaw Industries, semuanya mencatat pendapatan yang memukau. Pelajarannya?  Tetaplah ada di dalam lingkaran kompetensi Anda.  Bertindaklah berdasarkan apa  yang  Anda   ketahui.    Jika  Anda melakukannya, Anda akan punya kemampuan yang lebih baik untuk bertindak cepat  dan lebih mungkin untuk melakukan sesuatu yang besar. Dengan tetap bertahan pada prinsip ini, Buffett telah meningkatkan nilai buku Berkshire Hathaway dari $19,46 per lembar di tahun 1965 menjadi lebih dari $50T000 per lembar di tahun 2005. Tidak ada investor lain yang dapat meraih prestasi semacam itu.

Sebagai seorang investor, Anda perlu secara spesifik mendefinisikan  lingkaran kompetensi Anda. lanjutnya, Anda juga perlu mendefinisikan apa yang ada di luar lingkaran kompetensi tersebut. Initial Public Offering (IPOs^ penawaran saham pertama kali), shorting stock,  reksadana, futures,  saham sen-senan,  dan opsi saham —  apakah Anda memahami semua itu? Dapatkah Anda mengevaluasi profitabilitas masa depan dari semua itu dengan baik? Jika Anda tidak dapat memahami atau mengevaluasinya, maka hal-hal tersebut ada di luar lingkaran kompetensi Anda, dan Anda seharusnya tidak terlibat dengan semua itu.

Charlie Munger sering menggunakan model imajinasi dengan membayangkan tiga keranjang di atas meja Anda: “Masuk”, “Keluar”, dan “Terlalu sulit”. Munger berkata bahwa dia dan Buffett memasukkan persentase yang besar dari semua peluang investasi yang mereka temui dalam keranjang “Terlalu sulit”.

Pelajaran yang dapat diambil: buatlah mecklist  seperti yang dibuat oleh Buffett dan berinvestasilah hanya pada saat syarat-syaratnya terpenuhi. Jangan mengambil risiko untuk keluar dari lingkaran Anda. Masukkan sebagian besar peluang dalam keranjang “Terlalu sulit”, bertindaklah hanya jika Anda merasa kompeten dalam analisis Anda, dan jangan ragu untuk bertindak dengan keras di dalam wilayah kompetensi Anda.

BACA:  BAB II - Putuskan Sendiri Investasi Anda

Berikut tiga peraturan yang harus dipatuhi pada saat menyusun portofolio investasi Anda:

Tulislah daftar industri dan bisnis yang Andamerasa  paling nyaman bersamanya. Hal ini akan membantu  Anda untuk mendefinisikan lingkaran kompetensi Anda. Jika Buffett tidak mengambil risiko di luar lingkarannya, Anda pun mestinya tidak melakukannya.

Jangan  membuat pengecualian  dalam peraturan  lingkar- an kompetensi  Anda. Sebelum membuat pengecualian dalam peraturan lingkaran kompetensi Anda, duduk dan berpikirlah: Mengapa mengambil risiko menempatkan uang Anda pada hal-hal yang tidak dapat Anda pahami dan evaluasi? Berdisiplinlah untuk tidak membuat pengecualian dalam peraturan kompetensi ini.

Mainkan permainan Anda, bukan permainan orang lain.

Contoh yang dikutip Buffett sebagai ilustrasi adalah investasi di pasar kecap. Jika orang lain bisa menyapu bersih keuntungan di pasar kecap, kata Buffett, silakan saja —itu bukan permainannya. Tetaplah pada permainan Anda

Jika  Anda dapat  menempatkan 90  persen  dari  bisnis yang ada  di   luar lingkaran kompetensi Anda, sangat mungkin bagi Anda untuk melakukan investasi jauh lebih baik pada 10 persen yang tersisa.