Analisisnya dimulai dengan—dan acap kali diakhiri dengan—satu pertanyaan kunci: Siapa yang memegang kendali di sini?

Wararren Buffett mencari bisnis-bisnis hebat yang juga mempunyai manajemen yang hebat—dan, sebagaimana sudah disimpulkan di awal, dia tidak akan menginves- tasikan uangnya sebelum kedua faktor tersebut (posisi kompetitif yang kuat dan manajemen yang hebat) ada sekaligus. Oleh karena itu, sebagai seorang investor, sangatlah penting bagi Anda untuk mengevaluasi dengan cermat tim manajemen dari setiap bisnis prospektif yang Anda pertimbangkan untuk berinvestasi.

Ada beberapa faktor kunci yang perlu dicermati pada saat Anda memulai penilaian:

  1. Apakah tim manajemen bekerja untuk para pemegang saham, ataukah mereka bekerja untuk memperkaya diri dengan biaya perusahaan (misalnya, melalui gaji yang berlebihan, bonus, opsi saham, dan fasilitas-fasilitas yang mahal)?
  2. Apakah manajemen hemat, atau kelebihan beban karena pemborosan?
  3. Apakah manajemen berdedikasi untuk meningkatkan nilai pemegang saham dan alokasi rasional modal?
  4. Apakah manajemen  melakukan  pembelian  kembali  ( repurchase)   saham  untuk kepentingan para pemegang saham dan menghindari penerbitan saham baru yang akan mengurangi kepemilikan pemegang saham?
  5. Apakah pemegang saham diperlakukan seperti partner atau kambing hitam?
  6. Apakah laporan tahunan perusahaan jujur dan terus terang atau mengandung kecurangan?
  7. Apakah manajemen tampak menggunakan sistem akuntansi yang jujur, atau kelihatan menyembunyikan informasi dan angka-angka yang benar?

Pada akhirnya, pelajaran apakah yang bisa kita tarik dari kisah Enron, WorldCom, dan HealthSouth?  Semua kisah tersebut menjelaskan tentang kekacauan ( chaos)   dan perusakan  nilai yang disebabkan  oleh manajer yang menempatkan  kepentingan  pribadi mereka di atas kepentingan bisnis dan pemegang saham. Kasus-kasus itu mencerminkan risiko yang harus ditanggung  pemegang  saham akibat eksekutif manajemen  yang tidak kompeten. Atau, dari sisi positifnya, semua itu menegaskan pentingnya kepemimpinan yang etis   dan kompeten.   Pada saat melakukan   investasi, Buffett menganggap  bahwa dia “menjalankan bisnis bersama” para  pemimpin perusahaan tersebut. Pada saat  Anda mengutarakan hal tersebut dengan cara ini, Anda tidak punya pilihan lain selain bekerja sama dengan orang- orang yang Anda percaya dan kagumi.

Anda bisa membuat kesepakatan yang buruk dengan orang yang baik, tetapi —kata Buffett—Anda tidak dapat membuat kesepakatan yang baik dengan orang yang jahat. Mengapa Anda coba-coba kalau begitu? Reputasi Anda sendiri akan ternoda, dan Anda menempatkan investasi Anda pada risiko yang tidak perlu. Percayakan uang Anda pada orang yang Anda percaya.

Pada tahun 2003, Buffett membawa pulang gaji sebesar 1 dolar dari Berkshire Hathaway.  Pada tahun yang sama, rata-rata kompensasi  CEO (gaji pokok dan bonus) berjumlah lebih dari 2 juta dolar. Dan itu belum termasuk pendapatan dari opsi saham atau berbagai fasilitas khusus eksekutif. Hampir semua CEO menikmati banyak fasilitas;

Buffett tidak mendapatkan opsi saham, bonus, atau fasilitas mewah eksekutif. Bahkan 99,9 persen kekayaannya ter- kandung dalam saham-saham perusahaannya.

Akibatnya? Buffett hanya  mendapatkan uang  pada  saat  pemegang sahamnya mendapatkan  uang. Dia memperlakukan  pemegang saham sebagai partner, dan setiap keputus- an yang diambilnya didasarkan pada tujuan meningkatkan nilai pemegang saham. Sebagai contoh, karena me- nerbitkan saham baru akan mengurangi  kepemilikan  saham investofyang sudah ada, Buffett enggan dan sangat jarang melakukan hal tersebut. Pada saat Buffett mengendalikan Berkshire Hathaway di tahun 1965, terdapat 1.137.778 saham yang beredar. Empat puluh tahun kemudian, secara menakjubkan, saham A Berkshire Hathaway yang beredar berjumlah kurang dari 1,4  juta.  Di Berkshire Hathaway, penghematan dan kesadaran akan biaya merupakan bagian yang mengakar dalam budaya perusahaan. Charlie Munger mengatakan,  “Kemewahan  yang   tampak di kantor pusat, biasanya berlawanan dengan kondisi finansial perusahaan.” Kantor pusat Berkshire Hathaway di Omaha tidak menarik dan tidak glamor (bila dikatakan secara halus). Jika Anda mencari renovasi kantor senilai jutaan dolar, jangan repot-repot  untuk mencarinya  di kantor Buffett di Omaha. Sebaliknya, jika Anda mencari substansi keuangan—angka  yang glamor— Anda berada di tempat yang tepat.

Sam Walton, pendtn Wal-Mart, terkenal karena sifat hematnya dan sifat tidak suka pamer perusahaannya. InilaFTtipe manajer yang disukai dan dicari Buffett untuk diajak bekerja sama. Carilah manajer-manajer  yang lebih tertarik memotong biaya daripada memasang keran berlapis emas di toilet eksekutif (atau tirai kamar mandi seharga 6.000 dolar, yang kabarnya telah dibeli oleh seorang CEO yang terkenal karena keburukannya).

Jadi kualitas manajemen adalah hal yang sangat penting bagi Buffett. Namun manajemen yang baik juga harus menggandeng bisnis yang baik. Anda mungkin joki terbaik di dunia, Buffett mengingatkan, tapi Anda tidak dapat memenangkan balapan dengan menunggangi kuda tua yang cacat. Itu hanya ada dalam cerita dongeng, dan dongeng bukan merupakan dasar dari investasi yang baik.

Hindari bernvestasi dalam bisnis yang buruk, bahkan jika manajemennya bagus. Pada akhirnya, kualitas bisnis  akan  menjadi  pemenang—akan menderita  kerugian—dan menenggelamkan investasi.

Buffett  memiliki sejumlah  peringatan yang   perlu diperhatikan oleh  para investor pada saat menilai perusahaan dan manajemennya, terutama melalui laporan tahunan  mereka. Pertama-tama, analisis akuntansi  mereka. Jika  tampak  lemah, jauhilah. Jika perusahaan tidak  membebankan opsi saham; menyajikan asumsi dana pensiun yang   muluk-muluk;  menonjolkan  pendapatan   sebelum dipotong bunga, pajak,  depresiasi dan  amortisasi (Earning Before  Interest, Tax,  Depreciation and  Amortization  /  EBITDA);  dan   mengandalkan  berjubel  catatan  kaki  yang   susah dimengerti,  semua  itu   adalah  pertanda  yang  buruk.  Asumsikan  bahwa  Anda setidaknya mempunyai sedikit kemampuan untuk membaca laporan keuangan. Jika Anda tidak  dapat  memahami sesuatu dalam laporan keuangan perusahaan, kata  Buffett,  hal itu karena manajemen tidak   ingin Anda memahaminya. Apakah Anda ingin  punya partner bisnis  yang  menyembunyikan sesuatu dari  Anda? Tentu  saja tidak!

Lebih  jauh   lagi, Buffett  juga  memperingatkan  investor untuk  mencurigai perusahaan-perusahaan yang  hanya memandang masa  depan untuk mencari tahu “kabar  baik”  mereka. Apakah kabar  baik  itu  hanya merupakan proyeksi laba  dan ekspektasi pertumbuhan?  Pertanda  buruk,  kata   Buffett.  Dia  mengatakan  hal  itu sebagian didasarkan pada pengalamannya sendiri sebagai CEO. Manajer senior  di Berkshire Hathaway  tidak   tahu   pasti   mengenai apa  yang   akan   dihasilkan  bisnis mereka pada tahun yang  akan  datang —atau  bahkan pada kuartal berikutnya. Pada saat  seorang eksekutif mengklaim bahwa mereka mengetahui    masa depan, Buffett memperingatkan, itu adalah pertanda buruk. Dan pada saat seorang eksekutif benar-benar mencapai  angka-angka  tersebut, kuartal demi kuartal, itu benar- benar  pertanda buruk.

Sangat dimungkinkan bahwa sesuatu telah dimanipulasi. Jika Anda bersumpah mati untuk “menghasilkan angka-angka yang Anda prediksi,” Anda mungkin menempatkan diri Anda dalam posisi di  mana Anda harus  memoles    angka-angka itu—yang  pada  akhirnya menghasilkan segala bentuk kejahatan dan ketidakbahagiaan. HealthSouth melakukan persis seperti itu  di  mana CEO-nya menyombongkan  analisis ekspektasi pendapatan yang berlebihan pada 46 kuartal secara berturut-turut, sebelum kecurangan akuntansinya akhirnya terungkap.

Pertanda buruk yang tampak  adalah indikator terbaik dari pertanda buruk yang tidak tampak.  Sebuah dapur yang kotor, kata Buffett, jarang yang menyimpan hanya satu kecoak. Melihat satu (kecoak)  cukup untuk menyimpulkan  bahwa ada lebih banyak lagi yang mengintai dari balik   dinding. Jika Anda berpikir bahwa kecoak-kecoak itu ada, besar kemungkinan benar-benar ada.

Enron menunjukkan  banyak tanda yang diperingat-  kan Buffett ini —manajemen Enron menipu jutaan pemegang saham—jadi, cermati kualitas manajemen  untuk menghindari terjadinya kerusakan akibat kepemimpinan yang tidak kompeten, tidak etis, dan tamak.

Untuk menghindari petaka semacam ini, dan untuk meningkatkan peluang Anda melakukan investasi yang berhasil, selalu lakukan hal-hal berikut:

Evaluasi tim manajemen sebelum berinvestasi.  Kualitas manajemen bisa dikatakan sama pentingnya dengan kualitas fundamental bisnis. Buffett hanya menjalankan bisnis dengan orang-orang berintegritas yang dia sukai.

Dia tidak pernah memanfaatkan perusahaan dengan manajemen yang tidak etis.

Carilah perusahaan yang ramah pada pemegang saham.  Berinvestasilah  pada perusahaan dengan manajemen  yang menempatkan kebutuhan pemegang saham di atas kebutuhan pribadinya. Carilah perusahaan yang menerapkan program pembelian kembali saham (stock-repur-  chase)   untuk memberikan keuntungan pada pemegang saham serta perusahaan yang terkenal dengan sifat hematnya dan alokasi modal yang rasional.

Hindarilah berinvestasi pada perusahaan apa pun  yang punya sejarah memain- mainkan  catatan keuangan  dan akuntansinya.  Akuntansi yang lemah biasanya berarti manajemen berupaya menyembunyikan kinerja bisnis yang lemah.

Jika  manajemen  lebih  menekankan  penampilan     kinerjanya  dibandingkan substansi kinerjanya, kata Buffett, simpan dompet Anda di saku.