Menurut Warren  Buffett, hal-hal besar—tren-tren besar yang berada  di  luar bisnis—tidak penting.  Hal-hal  kecilAah, hal-hal  yang  terkait secara khusus  dengan bisnis, yang berarti. 

Apakah Anda tahu bahwa Warren Buffett, tidak terbantahkan merupakan seorang investor terbesar di dunia, tidak membiarkan faktor-faktor ekonomi makro mempengaruhi keputusannya? Dia menyebut dirinya sendiri bukan -orang makro”. Jika Gubernur Bank Sentral AS berbisik di telinga kirinya dan Menteri Keuangan berbisik di telinga kanannya, mengungkapkan visi mereka mengenai masa depan, dia akan menutup telinganya. Dia akan mengawasi bisnisnya.

Pikirkanlah hal  ini:  pendekatan konvensional sangat mengandalkan peristiwa- peristiwa makro pada saat membuat keputusan investasi. Hal-hal seperti indikator ekonomi, pertumbuhan ekonomi, proyek-proyek  pembangunan  perumahan,  dan peristiwa-peristiwa politik tampak nyata arti pentingnya di benak para investor. Program berita TV kabel penuh dengan analisis keuangan dan saran-saran yang didasarkan pada peristiwa makro.

Sebagai contoh, sebuah laporan berita bisnis umum pada musim semi tahun 2004 berisi hal- hal  berikut: “Tunggulah pasar  untuk  bergerak di  dalam kisaran tertentu, terutama mempertimbangkan  konvensi nasional partai Republik dan partai Demokrat,  Olimpiade Musim Panas, dan ketegangan yang terus berlangsung di Irak. Peristiwa- peristiwa tersebut dapat menyebabkan momentum yang buruk, jadi, segeralah bertindak, raup keuntungan Anda selagi bisa, atau hentikan kerugian secepatnya.”

Pada saat yang sama, pembicara  ahli di televisi lain mengamati,  “Kekhawatiran  akibat kebijakan pajak Senator John Kerry, risiko terorisme, tingginya harga minyak, dan hasil pemilihan presiden menciptakan ketidakpastian dan kegugupan di pasar.”

Ringkasnya,  daftar panjang faktor-faktor  tersebut harus dipertimbangkan,  bukan? Saran Buffett: Abaikan saja.

Fokuslah pada pohon bukan hutannya. Jangan disibukkan dengan memikirkan nasib jangka pendek pasar saham; berfokuslah  pada prospek jangka panjang bisnis di mana Anda berinvestasi (atau yang Anda inginkan untuk berinvestasi). Jika Anda menghabiskan waktu dengan mengkhawatirkan seperti apa situasi pasar dalam satu bulan atau satu tahun dari sekarang, kata Buffett, itu benar-benar buang-buang waktu.

Tanyakan pada diri Anda apa, tepatnya, yang Anda analisis. Apakah Anda seorang analis perekonomian nasional? Analis pasar? ‘Analis sekuritas’? Jika jawaban Anda adalah “ya” untuk salah satu pertanyaan tadi, kata Buffett, Anda telah salah langkah. Anda, seharusnya, menjadi seorang analis bisnis.

Untuk berinvestasi seperti Buffett, Anda harus mengabaikan faktor-faktor dan peristiwa-peristiwa  makro serta benar-benar  berkonsentrasi  pada perusahaan  yang Anda pertimbangkan  untuk berinvestasi.  Analisis prospek bisnisnya, tim manajemennya,  dan seterusnya. “Memakai kaca mata kuda” biasanya berkonotasi negatif —dengan kata lain, Anda kurang membuka wawasan. Namun saat menganalisis sesuatu, Buffett menyarankan, pakailah kaca mata kuda. Jangan terganggu dengan isu-isu makro.

Pikirkan lagi pelajaran-pelajaranyang Anda dapatkan di bab-bab awal. Sebagai investor bergaya Buffett, Anda telah menghabiskan banyak waktu untuk sampai pada kesimpulan yang akurat mengenai sebuah perusahaan. Tidak masuk akal kalau harus mengganti kebijakan yang diperoleh dengan susah payah mengenai perusahaan tertentu dengan pendapat yang tidak akurat (sebuah “taksiran”) mengenai perekonomian. Percayalah pada kebijakan yang Anda miliki!

Buffett suka membuat daftar hal-hal eksternal yang telah terjadi sejak dia memulai karier investasinya—hal- hal  semacam keterlibatan Amerika dalam perang Vietnam, penetapan kendali upah dan harga oleh presiden dari Partai Republik yang konservatif, pengunduran diri presiden tersebut, kejutan harga minyak berkali-kali, bubarnya Uni Soviet, jatuhnya indeks Dow Jones hingga 508 poin dalam waktu satu hari, tarif pokok mendekati 20 persen, dan keuntungan obligasi pemerintah berfluktuasi antara 2,8 dan 17,4 persen. Tak seorang pun, kata Buffett, mempunyai bola kristal terbaik untuk dapat memprediksikan peristiwa-peristiwa ini. Dan tak satu pun peristiwa dramatis ini berdampak pada pendekatan Buffett dalam berinvestasi.

Bahkan, kata Buffett, beberapa pembelian terbaiknya dihasilkan akibat munculnya peristiwa-peristiwa (makro) yang membuat investor lain takut dan lari dari pasar. Bahkan setelah peristiwa mengerikan pada tanggal 11 September 2001, Buffett tidak terlihat menjual satu pun sahamnya; malah dia mengindikasikan akan membeli  saham jika harga pasar jatuh secara signifikan. Dia adalah pihak yang kesepian pada hari-hari tragis itu —tapi pihak kesepian yang bijak. Buffett memprediksikan bahwa beberapa -dekade mendatang akan terjadi sejumlah bencana—yang  disebabkan oleh alam atau hal lain —tapi dia tidak melihat alasan kuat untuk berhenti membeli “bisnis-bisnis kelas satu” pada saat muncul peluang.

Agar Anda dapat mengenakan “kaca mata kuda Buffett”, pertimbangkan hal-hal berikut:

Jangan berpura-pura menjadi  seorang ekonom jika Anda bukan ekonom.  Tugas Anda sebagai investor bukanlah menganalisis  semua angka yang dilaporkan  oleh pemerintah. Aturan pokoknya adalah jangan biarkan keputus- an investasi Anda dipengaruhi oleh faktor- faktor ekonomi makro dan peristiwa-peristiwa politik.

Jangan panik.  Buffett tidak naif. Dia paham bahwa kita hidup di era yang berbeda setelah peristiwa 11 September 2001 (dan 11 Maret 2004 di Spanyol). Dia paham bahwa

beberapa peristiwa, seperti terorisme dan perang, dapat mempengaruhi harga saham dengan segera. Tapi  dia tidak  panik.  Dalam minggu-minggu dan bulan-bulan setelah tanggal 11 September 2001, pasar keuangan terpukul. Tapi tiga tahun kemudian, indeks Standard & Poor’s (S&P) 500 mencatat rekor tinggi baru setelah bertahun-tahun. Jika Anda panik pada saat itu—dan banyak investor memang panik—berarti  Anda telah terjun keluar pasar pada saat  yang benar-benar salah  dalam siklus. Jangan panik!

Peristiwa makro dapat menciptakan peluang.  Meskipun fokus utama Anda bukan pada hal-hal makro, perhatikanlah peluang yang mungkin muncul karena peristiwa- peristiwa tersebut. Acap kali, sesuatu dari luar, hal-hal makro, akan berpengaruh langsung pada yang mikro, yaitu harga saham. Dalam kasus ini, Anda harus memperhatikan hal-hal tersebut sehingga Anda dapat mengetahui kapan harga saham turun karena peristiwa eksternal.

Buffett mengakui bahwa mungkin saja terjadi bencana yang sangat buruk yang membuat pasar jatuh dan tidak pulih lagi. (Dia mengemukakan penggunaan  senjata pemusnah massal oleh   teroris sebagai salah satu skenario.) Namun selain itu, kata Buffett,   hal-hal   eksternal   tidak   penting—dan,   lagipula,   Anda   tidak    dapat memprediksinya. Fokus pada apa yang dapat Anda ketahui: beroperasinya bisnis-bisnis yang bagus.