Bagaimana jika Anda harus memprediksi apa yang akan terjadi pada setiap saham yang terdaftar  dalam indeks Standar  &   Poor’s  (S&P)  500  selama beberapa tahun ke  depan? Dalam skenario ini,  Warren  Buffett— investor terbesar  sepanjang zaman—tidak  menyukai  peluangnya  menemukan  jawaban   yang  benar.   Namun bagaimana jika tugas Anda adalah menemukan hanya satu saham di antara 500 saham itu yang akan tetap bagus? Dalam skenario yang sudah direvisi ini,  sekarang Buffett menyukai peluangnya, yang menurut dia kemungkinannya 9 dari 10.

Menurut orang-orang yang mengklaim diri mereka ahli pasar saham, untuk menjadi investor yang sukses berarti membuat banyak sekali keputusan investasi sepanjang hayat. Warren Buffett tidak setuju. Bahkan, menurutnya, satu keputusan bagus dalam waktu setahun itu adalah standar yang sangat tinggi —sulit dijelaskan tapi cukup tinggi untuk menjamin kesuksesan.

Buffett suka menggunakan analogi bisbol untuk menjelaskan cara dia berinvestasi. Seorang investor, menurutnya, berdiri di atas plate  (area untuk memukul bola bisbol), dan potensi investasi pasar saham sebagai bolanya dilempar secara kontinu ke arah plate.  Jangan mencoba memukul setiap lemparan bola yang datang, kata Buffett.

Namun, bersabarlah, biarkan saja bola-bola itu  terlempar, dan tunggu sampai lemparan yang  tepat  datang. Buffett membaca The  Science  of  Hitting,   yang ditulis oleh pemukul legendaris Red Sox Ted Williams, dengan antusias. Bagi orang yang tidak ahli, strike zone hanyalah strike zone,  dan Anda mencoba memukul setiap lemparan bola yang sekiranya dapat dipukul. Tapi Williams  melihat strike zone sebagai lanskap luas yang harus dipotong- potong menjadi zona-zona yang lebih kecil. Hanya pada saat lemparan itu menuju ke arah subzona yang sangat kecil —sebuah “sweet spot (titik yang tepat)”—barulah William mengayunkan pemukulnya.

Buffett selalu berdiri di atas plate memandang bola- bola terlempar. Namun dia hanya mencoba memukul lemparan-lemparan—saham—yang  menuju titik yang tepat. Sweet spot- nya, seperti dijelaskan sebelumnya, adalah bisnis yang hebat dengan pendapatan masa depan yang besar, dan dijalankan oleh manajemen yang kompeten dan punya integritas, serta dijual dengan harga yang bagus. Jika lemparan-lemparan yang menghampirinya tidak menuju sweet spot dan tidak memenuhi kriteria-kriteria ini, dia tidak akan mengayunkan pemukulnya.

Dan, sebagaimana disebutkan di atas, dia mungkin akan menunggu selama bertahun-tahun sebelum melakukan investasi karena dia tidak menyukai satu pun bisnis yang melintasi plate. Dia telah membiarkan tahun-tahun berlalu tanpa mengayunkan pemukulnya. Hanya pada saat seluruh kriteria ini ada, Buffett akan mengayunkan pemukulnya—dan dia akan memukul dengan sekuat tenaga, menginvestasikan banyak uang. Hasil Buffett? Untuknya, biasanya grand siam.

Dalam berinvestasi terdapat  hal yang serupa  dengan  stri ke zone—dan  juga dengan ” sweet spot” .

Buffett merasa bahwa salah satu kesalahan terbesarnya adalah tidak berinvestasi secara besar-besaran  pada saham WahMart.  Dia percaya bahwa dia bisa menghasilkan setidaknya 10 miliar dolar jika saat itu dia mengayunkan pemukulnya ke Wal-Mart, tapi dia tidak menyukai harga saham Wal-Mart pada waktu itu. Buffett menyebut hal ini dan kesalahan pengambilan keputusan serupa dengan istilah “kesalahan pengabaian ( mistake  of omission)”—sebuah kesalahan yang dihasilkan dari kegagalan untuk mengayunkan pemukul pada lemparan tertentu. Tapi Buffett dengan mudah memaafkan dirinya atas kesalahan- kesalah- an semacam ini. Dia bersikap lebih keras terhadap dirinya sendiri pada saat membuat kesalahan tindakan (mistake of commission), yaitu berinvestasi banyak pada saham yang ternyata jelek.

Salah satu kesalahan tindakan Buffett yang sangat jarang terjadi adalah investasi pada US Air, di mana dia harus menelan pil pahit ketika mempelajari bisnis penerbangan. Dari sudut pandang Buffett, melepaskan kemenangan 10 miliar dolar dengan Wal-Mart mungkin tidak begitu menyakitkan jika dibandingkan dengan sedikit kerugian pada US Air. Sebuah kesalahan pengabaian mencerminkan  kedisiplinan dalam bertindak; sebuah kesalahan tindakan mencerminkan pelanggaran atas kedisiplinan tersebut. Dan, secara keseluruhan, harus dicatat, bahwa rata-rata pukulan Buffett lebih dari sekadar berstandar tinggi. Selama empat dekade kepemimpinan Buffett di Berkshire Hathaway, keuntungannya telah melebihi kerugiannya dengan perbandingan 100 banding 1.

Sesungguhnya, Buffett adalah Ted Williams-nya Wall Street. Evaluasi tahun demi tahun terhadap investasi pasar saham Buffett, mulai dari tahun 1987 sampai tahun 2004, menunjukkan bahwa hampir setiap lembar investasinya—  hampir setiap lemparan yang dia pukul—telah  meningkat nilainya secara luar biasa. Sebagai contoh, investasinya di Wells Fargo senilai 463 juta dolar, saat ini bernilai 3,5 miliar dolar. Investasinya di American Express senilai 1,4 miliar dolar, saat ini bernilai 8,5 miliar dolar.

Sebagai investor, jika Anda disiplin, jika Anda menunggu sebuah perusahaan dengan bisnis yang hebat dan manajemen yang kuat serta sahamnya dijual pada harga diskon, pukul bola yang tepat hingga keluar pagar jika Anda punya sarana untuk melakukan hal itu dan dapat bertoleransi terhadap risikonya. Anda hanya cukup memukul beberapa kali sepanjang kehidupan investasi Anda untuk dapat sukses. Charlie Munger mengatakan bahwa jika Anda menghapus 15 investasi terbaik dari portofolio Berkshire Hathaway, Anda hanya akan melihat saham dengan kinerja rata-rata. Pelajaran yang bisa diambil? Anda biasanya tidak dapat memukul lemparan yang buruk ke luar lapangan—dan  Anda dapat memukul lemparan yang bagus sejauh mungkin.

Warren Buffett merekomendasikan  agar orang-orang  mempertahankan  mental ‘investasi terbatas’ di mana mereka hanya diizinkan untuk membuat 20 keputusan investasi seumur hidup mereka. Setiap kali mereka membuat keputusan investasi, dihitung sebagai satu  kesempatan. Buffett yakin bahwa gagasan ‘investasi terbatas’ ini akan memaksa orang-orang untuk berpikir hati-hati dan masak- masak sebelum membuat keputusan investasi. Hal ini akan meningkatkan kesempatan untuk mendapatkan hasil yang sukses sekaligus mengurangi keputusan yang emosional dan terburu-buru. Kualitaslah—bukan kuantitas—yang seharusnya menentukan strategi investasi Anda.

Bagaimana Anda  dapat  meningkatkan peluang  Anda  untuk  sukses  dalam berinvestasi? Cobalah hal-hal berikut:

Terapkan gagasan  “investasi terbatas”  Buffett  pada portofolio  Anda.  Tegakkan disiplin pada setiap tindakan Anda dengan hanya mengizinkan diri Anda membuat keputusan investasi dalam jumlah tertentu. Pastikan setiap keputusan yang Anda buat berharga dengan mengerjakan PR Anda, mengamati fundamental bisnis, dan bersabar. Pastikan bahwa lemparan bola menuju sweet spot.

Ingatlah bahwa sweet spot Buffett mempunyai tiga bagian:

Bisnis hebat  denganpendapatan  masa  depan yang besar dijalankan oleh manajemen yang kompeten dan berintegritas, serta saahamnya dijual dengan harga yang bagus.

Jangan  terburu-buru mengayunkan  pemukul.  Selain membatasi jumlah transaksi yang Anda buat, yakinlah bahwa Anda “masuk dalam suatu posisi” (membeli saham) pada saat yang tepat. Ingat, Buffett sering kali menunggu selama bertahun-tahun sebelum menarik pelatuk pada bisnis tertentu.

Hanya beberapa investasi baguslah yang diperlukan.