Tickers hanya menunjukkan harga. Investasi tidak sekadar mengenai harga.

Apakah investor terbesar di dunia memiliki ticker (alat yang menampilkan harga saham dan informasi pasar lainnya) modern mereka sendiri? Tidak. Jadi bagaimana Warren Buffett mengamati pergerakan harga saham harian atau per jam? Dia  tidak  melakukannya. Bagaimana dengan pergerakan bulanan atau tahunan? Tidak tertarik sama sekali.

Coba bandingkan hal ini dengan kantor-kantor broker atau program berita keuangan yang ada di TV, yang layarnya terus-menerus menampilkan pergerakan harga, angka-angka, dan desimal. Banyak “investor aktif” (mereka yang sering memperjualbelikan saham) yang mengamati pergerakan harga ini detik demi detik seolah- olah hidup mereka tergantung pada pergerakan itu dan sangat peduli terhadap selisih harga sekecil apa pun.

Pertanyaan: Akan jadi apakah pelaku transaksi harian tanpa ticker?

Jawaban: Bukan seorang pelaku tranksaksi harian.

Warren Buffett, sang investor nilai yang klasik, tidak pernah menggubris selisih harga dalam jangka pendek. Jika seseorang memiliki saham dalam bisnis yang hebat, maka jangka pendek bukanlah hal yang penting, dan jangka panjang akan teratasi dengan sendirinya. Satu-satunya pengecualian dalam peraturan ini  adalah jika harga turun secara signifikan, menawarkan Buffett peluang untuk membeli lebih banyak  saham  pada harga rendah. Ketika saham diobral, Buffett pasti tertarik.

Sekali lagi,  Buffett memastikan matanya terlatih untuk mengamati seberapa bagus fundamental bisnis tersebut. Dia berfokus pada nilai bisnis dan prospek masa depan- nya, bukan pada harga saham. Bagi kebanyakan orang, fokusnya terletak pada hal  yang sebaliknya, yang di- manifestasikan oleh obsesi mereka untuk memeriksa harga dan volume transaksi harian.

Namun itu adalah resep untuk membuat Anda pusing tujuh keliling dan bukan resep untuk sukses berinvestasi. Memeriksa harga saham setiap hari dapat menyebabkan perubahan mood  yang berlebihan:  Peningkatan  harga saham menimbulkan  euforia dan optimisme, sementara penurunan harga menyebabkan kelesuan dan pesimisme. Pada saat mood  yang berubah-ubah ini mulai mempengaruhi keputusan jual/beli Anda, segala hal yang buruk bisa terjadi.

BACA:  BAB 19 - Pahami MR.MARKET dan Margin of Safety

Kekang diri Anda. Jauhkan diri dari ticker. Berhentilah melihat harga saham setiap hari.

Buffett mengaku bahwa dia belum melihat harga saham See’s Candies sejak pertama kali membelinya pada tahun 1972—lebih dari tiga dekade yang lalu—dan dia tidak memerlukannya. Dia menunjukkan bahwa, biar bagaimana pun, orang-orang tetap akan melewati akhir minggu tanpa harus memastikan harga saham mereka tidak berubah lagi.

Investor yang canggih, menurutnya, tidak akan merindukan pasar saham bahkan jika pasar tersebut ditutup selama satu atau dua tahun. Jika portofolio yang Anda miliki solid, mengapa harus mengkhawatirkan fluktuasi harga?

Daripada untuk berfokus pada pergerakan harga sahamnya, waktu yang dimiliki investor lebih baik digunakan untuk memonitor kinerja bisnis: manajemennya pendapatannya, arus kas-nya, dan lain sebagainya. Apakah Anda tahu bahwa pada tahun 1960, Wal-Mart mem- punyai omzet penjualan senilai 1,4 juta dolar dengan laba1 dolar? Pada tahun 1980, penjualannya sebesar 1,2 miliar dolar, dan labanya 41 juta dolar. Pada tahun 1990 penjualan meningkat sampai 26 miliar dolar dengan laba 1 miliar dolar.

Hal semacam itu yang menurut Buffett penting. Harga saham, pada  akhirnya, akan mencerminkan nilai bisnisnya. Namun harga masa depan tersebut tidak dikendalikan oleh histeria yang terjadi saat ini, melainkan oleh pendapatan di masa depan. Dia membuat analogi dengan menjadi penonton di sebuah pertandingan bola.

Intinya adalah menonton  jalannya pertandingan,  bukan melihat papan nilai. Apa yang diungkapkan oleh kualitas permainan tim Anda mengenai prospek mereka di babak- babak selanjutnya?  Dan di mana tempat terbaik untuk melihat prospek itu? Di lapangan itu sendiri.

Kinerjalah yang penting. Pertimbangkan hal berikut: Jika Anda membeli 100 lembar saham Wal-Mart pada tahun 1970 seharga 16,50 dolar per lembar, 20 tahun kemudian investasi ini tidak akan terbayangkan nilainya, sebanyak 51.200 lembar saham (hasil dari 9 kali stock split  1 menjadi 2) pada harga 62 dolar per lembar —dengan kata lain, 1.650 dolar berkembang menjadi lebih dari 3,1 juta dolar (dari buku Sam Walton, Made  in  America, Bantam Books, New York, 1993). Memabukkan, bukan? Namun, hal itu tidak terjadi karena orang-orang  memandangi ticker saham ; hal  itu  terjadi karena bisnis  tersebut mempunyai kinerja yang spektakuler.

BACA:  BAB 14 - Perhatikan Baik-Baik Manajemennya

Dengan kata lain, jika Anda membeli saham suatu bisnis yang hebat, ticker yang ada di  pasar  saham  pada  akhirnya  akan  membenarkan pilihan  Anda.  Ben  Graham mengungkapkan, “Dalam jangka pendek, pasar adalah mesin penghitung suara, tapi dalam jangka panjang, pasar adalah mesin pembobot.”

Untuk berinvestasi seperti Buffett, ubah  kebiasaan Anda.  Cobalah mempunyai kebiasaan untuk mempertimbangkan kesuksesan investasi Anda berdasarkan kinerja bisnis—dan bukan kinerja saham.

Berkshire Hathaway menghasilkan 100 juta dolar tunai seminggu, melalui operasi bisnisnya. Kinerja bisnisnya bagus, manajemennya kuat, dan prospek masa depannya terlihat cerah. Jadi, siapa yang peduli dengan apa yang ditunjukkan  ticker mengenai harga Berkshire Hathaway saat ini?

Jika bisnisnya kuat, ticker akan mencerminkan kekuatan itu dalam jangka panjang. Jadi, lihatlah hasil  operasi perusahaan yang sahamnya Anda miliki. Pada akhirnya, pasar akan menilai investasi Anda dengan cara yang sama. Histeria sesaat akan menyurut, perusahaan yang kuat akan bangkit, dan harganya pasti akan tinggi.

Apa yang dapat Anda lakukan untuk mengembangkan kebiasaan investasi Buffett? Pertimbangkan hal-hal berikut:

Hentikan kegaduhan itu.

Jika Anda adalah pengamat harian siaran investasi —siaran yang membanjiri pemirsa- nya dengan tips-tips panas yang disampaikan oleh para ahli “yang cuma ngomong   doang”—hentikan  itu.  Sekali lagi, kekang diri Anda. Itu semua adalah penyebab kegaduhan. Kuncinya hnkanlah perperakan harga harian, tetapi kesehatan dari bisnis yang ingin Anda miliki.

Pelajari lapangan permainan dan bukan papan nilai.

Alihkan perhatian Anda dari harga ke fundamental bisnis — hal-hal seperti arus kas, neraca, dan laba masa depan. Hal- hal itulah yang akan menentukan harga saham dalam jangka panjang. Dan jika Anda adalah seorang investor— bukan trader—hanya  jangka panjang yang penting.

BACA:  BAB 5 - Belilah Bisnis Bukan Saham

Pahami  nilai dari  sesuatu dan bukan harga dari   semuanya.

Phillip Fisher yang legendaris pernah berkata bahwa pasar saham “dipenuhi oleh orang-orang yang mengetahui harga semua saham tapi tidak mengetahui nilai dari saham apa pun.” Jangan terjatuh dalam jebakan ini; berfokuslah pada nilai, bukan harga.

Warren  Buffett tidak  mengetahui berapa  harga  jual  saham  perusahaannya sendiri—Berkshire Hathaway— hari ini.  Dia tidak mengetahui dan tidak begitu peduli berapa harga jualnya kemarin atau berapa harga jualnya besok. Dia hanya peduli pada berapa harga jualnya satu dekade dari sekarang —karena hal itu akan menjadi ukuran kinerja perusahaannya, dan dengan begitu merupakan nilai sejatinya.