Keliahaian Warren Buffet dalam berinvestasi sudah tidak diragukan lagi. Sang dukun dari Omaha ini selalu sukses membuat banyak orang kagum dengan manuver investasinya.

Hal ini tentunya membuat banyak investor terutama pemula yang penasaran. 

Keuntungan Buffett saat ini merupakan buah dari strategi investasi yang handal. Warren Buffett selalu melakukan strategi yang bijak setiap kali ia berinvestasi.  

Jika Anda sedang atau baru memulai berinvestasi, ada baiknya mengikuti tips dari Warren Buffett.

Berikut tips dan strategi investasi yang selalu digunakan Warren Buffett, dihimpun dari Motley Fool, U.S News dan CNBC.

  • Cari bisnis dan investasi yang akan bertahan lama

Strategi investasi Warren Buffet yang pertama adalah mencari investasi yang awet. Jangan buang-buang waktu Anda untuk “bermain” dengan investasi musiman.

Berinvestasi pada hal yang sedang booming memang akan menghasilkan dalam waktu singkat. Tapi keuntungan yang Anda dapat juga tidak bertahan lama. 

Jika tujuan Anda adalah mendapatkan keuntungan yang stabil dan awet, cari investasi yang awet juga. Pilih investasi jangka panjang dan selalu menguntungkan setiap waktu.

Warren Buffett memilih berinvestasi di saham perusahaan teknologi, gas, dan coca cola. Ketiga sektor ini masih terus menghasilkan keuntungan untuk jangka waktu yang lama. 

Sebelum berinvestasi di tiga perusahaan tersebut, Buffett tentunya sudah melakukan riset yang mendalam. 

  • Melakukan riset dan cari informasi secara menyeluruh

Warren Buffett selalu menekankan agar investor tidak malas untuk melakukan background check. Poin ini diperlukan agar Anda tahu nilai dan prospek dari perusahaan.

Jangan hanya bermodal nilai saham tinggi dan asal percaya saat berinvestasi. Lihat prospek perusahaan ke depannya, apakah menguntungkan atau malah sebaliknya. 

  • Fearful when others are greedy and greedy when others are fearful

Strategi investasi Warren Buffett selanjutnya adalah sikap saat membeli saham. Warren Buffett selalu melakukan strategi membeli saat banyak investor justru menjual saham mereka. 

Tentunya tindakan ini melalui penilaian terlebih dahulu. Saran ini terbukti dengan keuntungan Buffett di Bank of America. 

Buffett membeli saham Bank of America saat krisis finansial tahun 2008. Beberapa tahun setelahnya, Buffett mendapat keuntungan besar dari bank ini. 

Saat berinvestasi, Anda perlu mencari celah saat masa sulit. Mengevaluasi investasi mana yang akan bertahan dan bangkit setelah krisis lalu segera mengambil kesempatan tersebut. 

  • Berinvestasi pada hal-hal yang Anda ketahui

Banyak orang berpendapat berinvestasi seperti membeli kucing dalam karung. Anda tidak tahu seberapa besar keuntungan yang Anda dapat sebelum membelinya.

Strategi Warren Buffett untuk meminimalisir kegagalan adalah berinvestasi pada hal yang dia ketahui.

Saat berinvestasi, lebih aman “bermain” di investasi yang sudah dipahami. Anda akan lebih paham pola pergerakan investasi Anda dan melakukan tindakan lebih cepat.

Jika ingin mencoba hal baru, belajarlah terlebih dahulu. Cari banyak informasi dari berbagai referensi. Jika sudah yakin, barulah Anda berinvestasi di bidang yang baru tersebut. 

  • Tetap tenang dan kontrol emosi Anda

Tips dan strategi investasi Warren Buffett yang terakhir berkaitan dengan poin ke 3. Di masa sulit kebanyakan investor panik kemudian menjual aset miliknya tanpa pikir panjang. Mereka takut mengalami kerugian jika tidak segera menjual aset mereka.

Tindakan ini justru akan membuat Anda rugi cukup besar. Pun saat sahan sedang ada investasi yang booming. Jangan langsung “latah” membeli tanpa melakukan riset dan penilaian lebih dalam. 

Warren Buffett selalu bersikap tenang dalam berinvestasi yang membuat dia untung besar. 

Buffett selalu bertindak dengan bijak saat berinvestasi. Warren Buffett tidak membiarkan emosinya ikut ambil bagian saat ia bekerja. Hal ini yang membuat segala pilihan Buffett lebih rasional dan tepat. 

Anda tidak perlu terburu-buru saat mengambil tindakan. Tetap kontrol emosi Anda saat berinvestasi, bila perlu ambil sedikit waktu untuk menenangkan diri Anda. Pilih investasi yang Anda ketahui, lakukan background check, lalu pilih investasi yang awet.